Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Saturday, August 11, 2012

Ban sepeda keren, Libas semua, Panaracer Trailblaster


PANARACER Trail Blaster tubeless, disebut sebagai ban sepeda segala medan.
Apa saja yg dilewati didepan mata akan dilibas dia dengan enak, offroad, ataupun medan aspal (onroad). Ban ini adalah pasangan serasi untuk dikawinkan dengan sepeda MTB tipe XC Race. Janji “surganya” adalah bobot yang lebih ringan dibanding ban sepeda lainnya selevel dipasaran dan bisa digeber disemua jenis trek.  Iklannya memang bilang begitu.

“Building on the concept of Fire, TrailBlaster incorporates a completely new and proprietary compound that provides outstanding grip with excellent durability.
Add tremendous weight savings, and you have what could possibly be the next XC tire king. Weighing in at a mere 520g for the 2.1, 460g for the 1.95, and an astounding 400g for the 1.8, the TrailBlaster gives you a FULL tread, FULL knobby tire that performs in all conditions, all the time. No whimpy tread and fast wear here. Just solid, long lasting tread that performs they way you need it to”

Ketika membeli ban ini, sejujurnya lebih tertarik dengan konsep tubeless (juga soal bobot ringan). Seumur hidup belum pernah nyobain ban tubeless buat sepeda, kecuali untuk mobil dan sepeda motor saja. Hehehe, rada norak, gakpapa deh… namanya juga pengen nyoba kok.  Karena ingin tahu menjajal rasanya, jadilah benda ini terpasang diroda (peleknya dikawinkan dengan Shimano).

Secara visual, tampilannya memang garang dan apik. Grafis dan tulisan yg tertera disisi sampingnya keren memanjang, striping nya penuh, dan ini bisa digunakan untuk “menyemarakan” tampilan dari luar. Olahraga ini memang meriah dengan grafis, jadi harap maklum jika karakternya memang harus rame dan meriah penuh warna atau tulisan.

Tapak kembangannya terlihat bagus dan menjanjikan performa yg optimal sesuai bunyi iklannya, ada lajur sisi dalam ban untuk membuat pijakan bagus dijalur trek, dan sisi sampingnya tampak ada lajur pembuangan kotoran atau air. Jarak tenggang antar tapaknya sangat lebar. Secara sekilas, tapak ini memakai formasi berlian (layang layang) yg berpola berurutan sepanjang tubuh Panaracer.  Pembagian dua sisi ini adalah konsep umum yg dipakai dibanyak ban modern spt yg biasa kita lihat di ban mobil untuk menjaga laju dan arah kendaraan agar handlingnya bagus. Singkat kata, secara teori dan visual, Panaracer ini memang okelah.

Sekarang bagaimana kenyataan dilapangan? (catt: tekanan angin optimal)

Di aspal mulus, ban ini menjalankan fungsinya sebagai roda yg tidak mengecewakan. Hanya, dalam selera pribadi, efek getarannya lumayan keras, “gludukan”  halus dan membuat vibrasi yang konstan. Buat yg tidak suka merasakan geteran ekstra, ini jelas mengganggu kenyamanan. Getaran tipis itu diduga  dihasilkan oleh tapak bannya yg memang gede gede seperti tahu, dan gap antar kembangannya yg lumayan lebar. Namanya juga suka gak suka, kan bisa aja ini dimasalahkan. Mayoritas saat dicoba diaspal ketika jalanan kering, dia tidak ada masalah serius. Sama halnya ketika jalanan basah karena hujan, diapun mampu menjepit aspal dengan baik, begitu juga saat pengereman. Selama dicoba di aspal mulus, kecepatan tidak tinggi, cukup fair saja.

Masih dengan tekanan angin optimum, dicoba ditanah merah becek dengan air tergenang dan becek lengket solid (menempel), ban ini berjalan mulus tanpa masalah. Wow, keyeeen, hehehe. Top markotop, gut mar-so-gut.

Lumpur tanah merah yg dikenal kejam menempel seperti lem, dilempar keluar dengan baik oleh ban ini. Efeknya jika dilihat mirip ban motorcross. Kalo dikira kira, buangan lempung tanah yg dilempar keluar Panaracer hampir separuhnya. Ini bagus, karena semakin besar lumpur yg bisa ditendang secara langsung akan menjamin pengendaranya gak usah repot turun dari sepeda nyerokin tanah liat yang menempel diban dan bikin sepeda ngadat gak mau jalan.

Nah sekarang pindah lokasi, ke trek nanjak, memanjang, rusak parah, basah, berbatu cadas (batu kali), dan tekanan ban optimum (dicoba di contour Sukabumi). Panaracer berkurang satu nilainya disini. Gigitannya dipermukaan batu kali yg basah, lembab akibat hujan dan cuaca pegunungan, dia tidak seindah  janji surganya.  Beberapa kali kena spinning, ngesot dan lagi-lagiiiii ngesot. Capeeeey deee.

Gak fatal banget, cuma bikin capeknya nambah dong. Lhaaa wong jalan nanjak, gak ada pilihan lain kecuali melewati batu batu ladam dijalur itu (jalanan belum jadi gitu). Masalah spt ini bisa dikurangi cukup signifikan ketika tekanan angin ban dikempeskan. Setelah sedikit kempos, baru si ban super ini bermain dengan baik ditrek batu basah.

Terakhir, dicoba di trek pantai berpasir putih/ abu abu. Fair, gak ada masalah. Hanya dipasir yg lunak dia ikut tenggelam ditelan pasir. Alhasil, jadilah sepeda didorong sambil “bernyanyi” sumpah serapah. Hehehe. Pasir pantai memang bikin capek, ban tenggelam semua disana jika pasirnya kering. Kalo engga kepepet mending jangan lewat area pantai apalagi jika kondisi badan sudah capek berat. Ngapain menderita kalo bisa lewat jalan lain yg lebih enak kan? Hehehe. ****   hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE



No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...