Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Saturday, August 18, 2018

Pisau Daging Solingen German Original Gagang Hijau

Pisau Solingen German khusus mengolah daging dan masakan didapur
Gagang dari plastik anti slip, anti licin (misal kena darah hewan potong)
Khusus mengolah daging (restoran Barbeque), atau tukang jagal profesional.
Dapat dipakai sebagai inventaris takmir mesjid buat Idul Qurban

* hanya tersedia dua jenis ini saja, tidak ada jenis lain

Ukuran 8 inch: Rp 775.000
Ukuran 10 inch: Rp 850.000

** diluar biaya ongkir TIKI/ JNE
** Harga Agustus 2018

SOLINGEN klasik gagang kayu:
http://hsgautama.blogspot.com/2014/04/sale-ready-stcok-pisau-cap-garpu.html



Size 8 inch dan 10 inch



     ------------------------------------------------






Tuesday, August 14, 2018

Thursday, July 26, 2018

SALE SUNTOO VECTOR ORIGINAL


SALE SUNTOO VECTOR
ORIGINAL, BNIB 100%
Harga : Rp 3.200.000
* Harga pasaran 3,6 juta ke 4 juta

BUKAN REPLIKA, BUKAN KW
ASLI SUNTOO FINLANDIA

Legendary outdoor sports watch
with a solid track record of high-altitude performance.

BUKALAPAK:
https://www.bukalapak.com/p/fashion-pria/jam-tangan-171/kpkges-jual-suntoo-vector-orisinal


#  Ragu dengan reputasi kejujuran saya sbg seller? kok repot sih,
klik saja data record penjualan, ada 200 halaman lebih tuh, Klik tag: A-SOLD-001
http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SOLD-001
#  Testimonial BUYER dan kolega yang mengenal saya langsung:
http://hsgautama.blogspot.com/2012/08/imigrasi-dari-hsgautama-multiply.html
# ATURAN PEMBELIAN disini, mohon dibaca teliti:
http://hsgautama.blogspot.com/2015/08/aturan-main-pembelian-diblog-hsgautama.html

----------------------

https://www.suunto.com/en-US/Products/Sports-Watches/Suunto-Vector/Suunto-Vector-Black/#Specifications2

PRODUCT HIGHLIGHTS
Altimeter, barometer, compass
Robust and light
Trusted by professionals

Specs:
Altimeter, barometer, compass
Weather trend indicator
Temperature
Altitude difference measurement
Altitude log
Vertical speed
Multiple watch
Date and time functions
User-replaceable battery
Backlight electro-luminescent
Display type  7 segments
Battery indicator low battery indicator

Digital compass
Tilt compensation bubble level
Direction scale degrees
Needle north-south indicator
Bearing lock with orienting indicator
Compass accuracy
Compass resolution

Barometric altitude
Total ascent/descent air pressure based
Altitude difference
Log recording rate 20 s / 1, 10, 60 min
Resolution 5 m
Range -500 - 9000 m

Temperature display range -20° C to +60° C / -4° F to +140° F
Pressure resolution 1hPa/0.05 inHg
Temperature resolution
Max weather recording length 4 days


Measurements 51.4 x 45.6 x 15.3 mm / 2.02 x 1.8 x 0.6 "
Weight                 54 g / 1.9 oz
Bezel material: Composite
Glass material: Acrylic
Case material: Composite
Strap material: Elastomer


Thursday, February 22, 2018

Motor Klasik BMW R27 Tahun 1960–1966

BMW R27 merupakan penerus dari sepeda motor BMW R26, pada tahun 1960 R27 menambahkan kursi karet untuk mesin dan meningkatkan daya hingga 18 hp (13 kW). Periode pembuatan dari tahun 1960–1966 sebanyak 15,364 unit diproduksi.

Mesin 250 cc OHV vertikal tunggal adalah satu-satunya bantalan karet mount mesin thumper BMW yang pernah diproduksi, dan terakhir mereka memakai poros drive motor silinder tunggal. Mesinnya dipompa keluar 18 hp (13 kW), yang tertinggi untuk single BM
W poros-drive.

BMW memproduksi 15.364 model R27 (nomor mesin 372 001 - 387 566) selama tahun-tahun produksi 1960-1966. Beberapa model R27 1966 dijual sebagai model tahun 1967 karena para dealer pada tahun-tahun itu sering kali menetapkan tanggal untuk sepeda motor BMW saat mereka menjualnya. , dan belum tentu saat diproduksi.

BMW melakukan hal yang berbeda dari produsen lain. Ini terbukti di R27. Drive akhir poros tertutupnya jarang terlihat pada motor silinder tunggal. Tapi itu juga memiliki garpu depan Earles triangulasi (dinamai menurut desainer Inggris Ernest Earles); sehingga motor memiliki swingarm depan serta swingarm belakang. Bila ditekan tuas rem depan keras tidak hanya ujung depan yang tidak menukik turun, justru naik sedikit. Dengan demikian, pengereman merupakan aktivitas yang sangat mantap, meski remnya lemah menurut standar sekarang.

Crankshaft mesin diletakkan di depan dan belakang di sisi ke sisi; Ini adalah fitur langka. Dengan cara ini, engkol dan poros terakhir sesuai, dan kekuatan penggerak tidak harus dijalankan melalui serangkaian roda gigi 90 derajat. Juga, kick starter mengayunkan ke samping bukan sejajar dengan frame.

BMW R27 ini diparkir disalah satu pojokan kota Jakarta beberapa bulan silam. Sungguh menyenangkan melihat motor tua dalam keadaan sempurna.  / hsgautama.blogspot.com







Friday, December 29, 2017

Ikan Laut Perilaku Makannya Juga Dipengaruhi Oleh Suara

http://reportasenews.com/ikan-laut-perilaku-makannya-dipengaruhi-suara/

Ikan Laut Perilaku Makannya Juga Dipengaruhi Oleh Suara

Indonesia, reportasenews.com: Sudah bukan rahasia lagi, dikalangan nelayan memancing ikan dilaut, mereka kerap menepuk-nepuk permukaan air dengan dayung sehingga menimbulkan suara berisik, nelayan mengatakan mereka memanggil ikan agar tertarik mendekat kearah suara. Setelah mendekat ikan bisa ditarik memakai umpan dimata kail.

Ikan bisa mendengar suara dan menangkap getaran gelombang air. Jadi membuat suara berisik diair diyakini oleh para nelayan dan semua pemancing senior dilaut sebagai upaya agar bisa memancing ikan. Umpan buatan (bait lures) biasanya juga diberikan lonceng mungil agar dapat membuat suara berisik.

Pertanyaannya, apakah ikan dapat mendengar suara? Apakah perilaku makan ikan setiap hari juga dipengaruhi oleh suara selain memakai matanya dan dari bau?

Ikan mempunyai dua organ sensorik, termasuk struktur tulang yang disebut “otoliths” di telinga bagian dalam. Organ lain disebut “garis lateral”, yang membentang di sepanjang setiap sisi tubuh ikan dari insang ke pangkal ekor.

Secara umum, ikan menggunakan telinga batin mereka untuk merasakan suara di kejauhan, kata Cecilia Krahforst, seorang kandidat doktor di East Carolina University yang berfokus pada bagaimana suara berisik mempengaruhi perilaku ikan.

“Semua spesies ikan yang telah diuji bisa mendengar, mereka memanfaatkan kemampuan mendengar untuk beberapa tujuan.” kata Krahforst.

Ikan menggunakannya untuk menemukan makanan, mencari teman mereka, terlibat dalam perkawinan, dan menghindari bahaya. Namun sejauh mana ikan mengandalkan pendengaran bervariasi dengan masing-masing spesies dan dengan tingkat kebisingan ambien dalam setiap tubuh tertentu didalam air.

Ikan pelagis seperti tuna sirip biru, misalnya, tidak tergantung pada sensitivitas pendengaran sebanyak yang dilakukan spesies ikan yang mendiami air dangkal, seperti redfish atau kakap putih putih, kata Larry Allen, ketua biologi di California State University di Northridge.

Penelitian Allen ini telah difokuskan di bagian atas “soniferous” ikan laut (memproduksi suara) di sepanjang pantai Pasifik, termasuk seabass putih, . “Seabass putih memiliki otoliths relatif besar,” katanya. Otoliths besarnya seperti bentuk buah almond akan tumbuh besar ditulang telinga seabass putih.

Arthur N. Popper, profesor emeritus University of departemen Maryland biologi, menunjuk penelitian yang mengatakan bahwa ikan Blue Fin dapat merespon suara.

Dalam studi ini, ikan sirip biru yang ditangkap itu dilatih untuk bereaksi terhadap suara yang dihasilkan melalui loudspeaker bawah air yang berhubungan dengan makanan yang ditempatkan ke kandang mereka. tuna akan bergegas ke lokasi suara setiap kali mereka mendengar suara, bahkan ketika mereka tidak diberi makan.

Suara bukanlah satu-satunya stimulus yang mempengaruhi perilaku ikan untuk makan.

“Bluefin tuna mungkin juga mengandalkan visual mata dan bau,” katanya. Salah satu dari indera tersebut dapat mempengaruhi perilaku mereka sebanyak pendengaran, dan keduanya dipengaruhi oleh suara dari perahu boat misal bunyi propeler mesin. (HSG/ Sport Fishing)



Bupati Madiun Brotodiningrat Tercatat Pertama Kali Memakai Pengacara dan Jurnalis Melawan Belanda

Sebuah kisah tentang Bupati Madiun Brotodiningrat, atau mantan Bupati Sumoroto ke 4. Kisah Brotodiningrat ini diceritakan kembali oleh sejarawan Ong Hok Ham dalam esai panjangnya yang diterbitkan Yale University Press, The Inscrutable and the Paranoids: An Investigation into the Sources of the Brotodiningrat Affair (1978).

Brotodiningrat, menurut Ong, adalah pejabat pribumi pertama kali yang menggunakan jasa pengacara dalam berperkara dengan pejabat Eropa) dan bekerja sama dengan beberapa wartawan untuk membuat opini publik di surat kabar agar mempengaruhi suara khalayak luas khususnya di Batavia pusat pemerintahan.

Brotodiningrat kemudian wafat dan dimakamkan di pesaeran Astana Srandil di Sumoroto Ponorogo Jatim. Hingga sekarang, Srandil dijadikan situs sejarah oleh Pemkab Ponorogo.

Kisah Brotodiningrat.

----------

https://tirto.id/isu-makar-dalam-pertarungan-residen-sinting-vs-bupati-apes-cxJ7


Reporter: Ivan Aulia Ahsan

Isu Makar dalam Pertarungan Residen Sinting vs Bupati Apes

tirto.id - Suatu pagi, sesaat setelah bangun tidur, Residen J.J. Donner kaget bukan kepalang. Barang-barang di rumahnya hilang tanpa bekas. Taplak meja, gelas, vas bunga, dan benda-benda lain tidak terlihat lagi di tempatnya. Pada malam 6 Oktober 1899 itu, komplotan maling berhasil menggasak rumah Tuan Residen.

Ada satu benda kesayangannya yang juga ikut lenyap: selembar kain gorden di ruang tempat ia biasa sarapan pagi bersama keluarga. Lenyapnya gorden itulah yang membuat Tuan Residen murka.

Instingnya sebagai birokrat kolonial berpengalaman segera bekerja. Donner, yang saat itu berada di puncak karier sebagai Residen Madiun setelah tiga puluh tahun mengabdi, merasa pencurian itu bukan tindakan kriminal biasa. Ia mencurigai ada motif politik di baliknya, dengan tujuan meruntuhkan wibawa dan mempermalukan pejabat kolonial tertinggi di karesidenan tersebut. Dengan kata lain, pencurian itu adalah subversi (baca: Salah Kaprah Istilah Makar).

Donner dengan cepat memerintahkan Bupati R.M.A. Brotodiningrat, bawahan langsungnya di Kabupaten Madiun, untuk menghadap. Di depan bupati, ia menyatakan bahwa ada upaya menjatuhkan martabat pemerintah kolonial dengan tindakan lancung menggarong rumah seorang residen. Tak cukup hanya itu, ia juga berterus terang menuduh Brotodiningrat sendirilah orang yang patut dicurigai sebagai sumber subversi.

Di titik inilah cekcok antara residen dengan bupati mulai terpantik. Secara tidak langsung, ini juga sebenarnya menjadi simbol pertentangan dan kecurigaan terus-menerus di antara korps Binnenlandsch Bestuur (Pegawai Eropa) dan Inlandsche Bestuur (Pegawai Pribumi).


Kisah Brotodiningrat ini diceritakan kembali oleh sejarawan Ong Hok Ham dalam esai panjangnya yang diterbitkan Yale University Press, The Inscrutable and the Paranoids: An Investigation into the Sources of the Brotodiningrat Affair (1978). Dengan melacak arsip-arsip kolonial akhir abad ke-19, Ong berhasil menemukan suatu fragmen kisah unik yang menggambarkan bahwa kericuhan politik zaman itu bisa saja dipantik dari sesuatu yang remeh-temeh. Mencerminkan betapa paranoidnya kekuasaan kolonial terhadap gerakan politik kaum pribumi.

Paranoia Kekuasaan Kolonial

Selama paling tidak tujuh dekade terakhir, Jawa berada dalam kondisi relatif aman. Perang Jawa (1825-1830) adalah peristiwa terakhir ketika rakyat jelata bersatu dengan para ulama dan bangsawan untuk berperang melawan Belanda.

Memang terjadi banyak pemberontakan petani selama paruh kedua abad ke-19, tapi gerakan-gerakan itu relatif bisa dipadamkan dengan mudah tanpa peperangan. Bagi pemerintah kolonial, Perang Jawa merupakan peristiwa traumatik yang sebisa mungkin dipadamkan sebelum membesar.

Dalam kondisi psikologis macam itu, Donner mengambil kesimpulan awal — tanpa pembuktian yang kuat — bahwa Brotodiningrat merancang plot untuk mengobarkan Perang Jawa kedua. Jelas ini tuduhan yang luar biasa serius. Tuduhan itu terasa sensasional, bahkan jika dilihat dengan ukuran zaman ini.

Donner menganggap Brotodiningrat tidak hanya memiliki jaringan bawah tanah dengan para jagoan lokal di Madiun, tapi juga berhubungan langsung dengan keturunan pemimpin pemberontakan Diponegoro. Lebih dahsyat lagi, ia dituduh menjalin hubungan dengan jaringan internasional anti-Barat yang hendak mengusir Belanda dari tanah Jawa. Salah satunya dengan Kekhalifahan Ottoman dan gagasan Pan Islamisme.

Seorang bupati di sebuah kabupaten terpencil di pedalaman Jawa mempunyai jaringan internasional sehebat itu. Bayangkan! Sang Residen tampaknya sedang bermain-main dengan khayalannya sendiri.

“Fantasi pejabat kolonial itu (Donner) memang tidak mengenal batas,” tulis Ong Hok Ham.

Sumber Tirto.id


Beberapa hari kemudian, Donner menulis laporan kepada Gubernur Jenderal di Batavia. Laporannya panjang dan detail, sampai ratusan halaman, juga ditambahi bumbu-bumbu konspirasi Brotodiningrat sesuai dengan fantasinya. Gubernur Jenderal Willem Rooseboom terkejut dengan laporan panjang itu, sekaligus terkesan dengan “analisis” Donner. Begitu pula Raad van Indie (Dewan Hindia) yang lantas mengusulkan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Brotodiningrat dongkol atas tuduhan semena-mena itu. Ia berinisiatif melakukan penyelidikian sendiri. Selama satu bulan, ia menggerakkan jaringan weri (mata-mata lokal) untuk menginvestigasi siapa yang berani-beraninya mencuri barang di kediaman Tuan Residen dan membuatnya terancam masalah besar. Si maling akhirnya ditemukan dan dibawa ke rumah Residen.

Tapi kecurigaan kadung menutupi akal sehat Donner. Temuan Brotodiningrat tidak dianggap dan malah semakin keras menuduh. Pandangan Donner diperkuat laporan lain dari jaksa wilayah yang menyatakan Brotodiningrat terindikasi kuat berada di belakang aksi kriminal tersebut.

Tepat pada situasi macam ini, intrik-intrik mulai menemukan tempatnya yang paling liar. Donner menyurati Gubernur Jenderal untuk meminta agar Brotodiningrat dan keluarganya dibuang ke luar Jawa agar penyelidikan yang obyektif bisa dilakukan. Ia juga menghasut bupati-bupati lain di Karesidenan Madiun untuk mengucilkan Brotodiningrat.

Sang Bupati, sementara itu, tidak tinggal diam. Ia melawan usulan Donner dengan cara-cara modern yang mungkin tidak pernah dibayangkan para pejabat di Batavia: menyewa pengacara profesional (berdasarkan catatan kolonial, inilah untuk pertamakali seorang pegawai pribumi menggunakan jasa pengacara dalam berperkara dengan pejabat Eropa) dan bekerja sama dengan beberapa wartawan untuk membuat opini publik di surat kabar.

Salah satu wartawan yang mengangkat isu ini dalam surat kabar adalah Tirto Adhi Soerjo. Dalam rubrik “Dreyfusiana” di koran Pemberita Betawi, ia menurunkan serangkaian reportase tentang kasus ini dan menyuarakan ketidakadilan yang dialami Bupati Madiun.

Brotodiningrat secara terang-terangan menuduh Residen Donner telah melakukan fitnah agar dirinya diseret ke pengadilan dan mencemarkan nama baiknya. Bahkan, ia juga mengirim nota pembelaan kepada Ratu dan Parlemen Belanda di Den Haag.

Tapi bagaimana pun juga, privelese pejabat Eropa lebih penting dari suara seorang bupati pribumi. Batavia mengabulkan permintaan Donner. Brotodiningrat dibuang sementara ke Padang pada 1900 lewat mekanisme kekuasaan istimewa (exhorbitante rechten) yang dimiliki Gubernur Jenderal.

Batavia sebenarnya kebakaran jenggot menghadapi drama residen versus bupati ini. Bagaimanapun juga, para pejabat di Batavia harus menghadapi kenyataan bahwa Brotodiningrat Affair telah menjadi bola liar di masyarakat akibat pemberitaan semakin ramai. Hal yang mati-matian dipertahankan Batavia cuma satu: kewibawaan pemerintah kolonial jangan sampai jatuh.

Karena itulah Batavia mengirimkan penasihatnya yang paling mumpuni, Profesor Snouck Hurgronje, untuk melakukan penyelidikan ulang. Snouck kemudian tidak menemukan fakta apapun tentang konspirasi mengobarkan “Perang Jawa kedua” atau mengusir Belanda dari Jawa.

Ia hanya mengusulkan agar Brotodiningrat dipecat dan dilarang tinggal di Madiun. Perseteruannya dengan Residen Donner telah diketahui secara luas oleh publik. Kewibawaan pemerintah terancam. Apalagi jika kelak terbukti bahwa Sang Bupati tidak bersalah.

Menuruti nasehat Profesor Snouck Hurgronje, Batavia memanggil Brotodiningrat pulang dan memecatnya. Bupati apes ini kemudian memilih Yogyakarta sebagai “tempat pembuangan” karena ia masih terhitung memiliki pertalian keluarga dengan Paku Alam. Pemerintah tetap memberikan uang pensiun yang layak dan berjanji bahwa anak-anaknya tidak kehilangan hak dalam suksesi bupati di Karesidenan Madiun.

Nasib Donner? Ia masih diliputi paranoia meski musuhnya telah dipecat dan tetap melontarkan tuduhan-tuduhan yang mengada-ada. Ia juga masih rewel menuntut pemerintah agar menyelidiki ulang komplotan-komplotan jahat di wilayahnya.

Snouck Hurgronje lalu diperintahkan datang lagi ke Madiun pada Desember 1902. Hasil penyelidikannya pun tetap sama. Tapi kali ini, dalam laporannya, Snouck menambahkan: “Residen telah mencapai titik nervous breakdown sehingga lebih baik dipensiunkan atau dipindahkan.”

Maka pada suatu siang bulan Januari 1903, J.J. Donner, Residen Madiun yang telah bekerja tiga dasawarsa lebih untuk Kerajaan Belanda, akhirnya diberhentikan. Ia pensiun sembari berkalung Orde van Oranje-Nassau—lambang pengabdian kepada Sang Ratu—di dadanya. Pemerintah kemudian mengirimnya pulang ke kampung halamannya. Sejak itu, Donner tak pernah kembali. 

Friday, November 10, 2017

Kuta Bali November 2017

Duduk menikmati senja turun di Pantai Kuta, Bali





Sunday, September 10, 2017

Review Pro-Con Pakai Dzikir Counter Mekanik dan Digitall

Alat ini sebetulnya sebuah device untuk menghitung dzikir dengan teknologi digitall. Bentuknya mungil dan diberikan ikat silikon untuk dikaitkan dijari telunjuk tangan. Jika diletakan dijari tangan dia tidak akan terjatuh dan nyaman dipakai sepanjang hari dari pagi hingga kemalam.

Alat hitung dzikir muslim sebetulnya ada beberapa jenis dipasaran. Selain cara kuno memakai jari-jari buku tangan, alat bantu dapat menaikan jumlah hitungan dzikir lebih mudah.

Jenis pertama tentu saja tasbih dengan biji-bijian tertentu misal batu alami atau dari kayu. Jenis ini paling populer dengan hitungan 33 atau 100 butir per tasbih. Dimasa lalu, dzikir memakai tali yang di ikat simpul sampai sekian ratus atau seribuan untuk berdzikir. Disebutkan. Imam Abu Hurairah memakai tasbih dari tali yang diberi simpul, dia bertasbih sampai 12 ribu kali sehari, dan 1000 x sebelum tidur.

Jenis kedua adalah alat dzikir counter mekanik. Sebetulnya jenis ini juga dipakai oleh kondektur dan masinis jaman baheula untuk menghitung jumlah penumpang. Lalu 20 tahun silam, petugas Polisi Lantas disaat hari raya mudik menghitung arus kendaraan melewati pos nya dengan memakai alat ini juga, gunanya dihitung agar kenaikan arus kendaraan dapat diprediksi dengan baik. Belakangan alat counter mekanik juga dipakai buat berdzikir.

Alat ini tersedia dalam bentuk plastik dan sejenis besi tipis, Jangan beli yang plastik jika memang target dzikirnya sampai ribuan per hari dan dilakukan rutin tanpa henti 7-0 dalam seminggu. Alat plastik dijamin akan jebol dan patah. Beli yang terbuat dari besi karena lebih awet. Besi memang lebih berat dan tebal, tapi masih masuk akal bobotnya ditelapak tangan.

Alat dzikir counter mekanik memang berguna untuk berdzikir dalam hitungan ribuan. Ada beberapa orang yang suka memberi target dalam sehari harus 5000 x berdzikir. Maka cara ini lebih enak pakai alat dzikir counter mekanik dibanding pakai tangan atau tasbih butiran.



Kelemahan alat dzikir counter mekanik adalah: suaranya lumayan berisik "cetak-cetuk". Ini tidak nyaman, apalagi jika ditengah suasana rapat serius. Menarik perhatian orang disekeliling dan riskan dituding dengan riya, atau teriakan meledek "Waah lu sekarang alim yaaa", atau apalah tudingan lainnya. Kelemahan lain, adalah jumlahnya hanya sampai 4 digit saja. Artinya gak bakalan bisa mencapai 10.000 x karena akan balik ke angka nol.

Alat dzikir mekanik enaknya dibawa kegiatan outdoor seperti camping, jalan jalan, atau naik sepeda motor. Dia anti air dan tidak takut kehujanan. Lalu tanpa battere membuatnya dapat dipakai seumur hidup tanpa perawatan sama sekali.

Jenis ketiga adalah alat dzikir digitall. Alat ini menyenangkan karena dia sangat senyap, silent, tanpa suara, karena itu alat ini bisa dilakukan diam-diam "sirr" tanpa ketahuan orang lain. Bentuknya mungil, mudah diselipkan dijari dan saku, sangat ringan. Jumlahnya juga sampai 5 digit angka. Para "penggemar dzikir" bisa asik melaju sampai hitungan diatas 50.000 x dzikir dan terus bablas sampai dia capek berhenti.

Kelemahan counter digital adalah dia pakai battere kancing. Jenis battere ini hanya dijual ditukang jam, dan tidak semua lokasi ada tukang jam. Lalu untuk pengguna sepeda motor, jenis ini rawan dengan air hujan. Artinya pakai ini sambil bawa motor dimusim hujan bakalan kesusahan kecuali dibungkus plastik. Sedikit merepotkan.

Kejelekan lain dari counter digitall adalah, dipasaran ada yang tidak pakai lampu LED sehingga jika malam hari gelap semua berdzikir kita gak akan tau sudah sampai mana hitungan tasbihnya. Atau tidak adanya fitur alarm BEEP untuk memberi tahu jumlah hitungan, misal setiap 1000x akan berbunyi BEEP memberi tahu pemakainya.

Kenapa harus memakai alat bantu, apakah jari tangan tidak cukup sesuai sunnah?

Ada beberapa alasan masuk akal kenapa user butuh alat bantu dzikir.

Dengan memakai alat maka user akan dibantu untuk mengejar target tiap hari. Katakan dalam sehari dia harus dzikir 5000 x, apa saja terserah, dilakukan 7-0 selama seminggu. Memaksa diri dengan ini akan membentuk disiplin. Dan disiplin akan membuahkan sebuah habit atau kebiasaan. Jika sudah terbiasa maka akan dengan sendirinya akan meluncur perilaku berdzikir (karena sudah terbiasa). Ini pola berurutan yg disusun dengan strategi yang baik untuk memaksa diri sendiri. Tanpa paksaan, maka nonsense bisa disiplin, jika tidak disiplin maka omong kosong akan terbiasa.

Lalu, dengan memegang alat dzikir ditangan akan selalu mengingatkan pemakainya bahwa dia sedang berdzikir. Ini skenario alamiah dimana sambil kerja dan ngobrol dengan teman tiap hari, lalu selesai ngobrol mendadak lupa kalo dia berdzikir. Jika ditangannya ada alat ini maka dia secara refleks akan ingat bahwa dia berdzikir. Khususnya buar user yang sudah usia diatas 40 tahun keatas butuh strategi simple ini. Maklum tambah tua, sibuk bekerja ngobrol, maka lupa sama dzikirnya. Intinya ini adalah desain sebuah strategi sederhana untuk "membantu ingat" dan konsisten terus melakukan dzikir tanpa putus.

Manusia modern dimudahkan dengan memakai alat bantu dzikir. Dibanding menghitung pakai buku jari tangan yang akan sulit diingat tentu pakai alat bantu akan memudahkan.

Tidak semua orang alimnya seperti Abu Darda' yang mampu dzikir sampai 100.000 x memakai buku jari tangan saja. Kesibukan kerja ini itu dalam sehari rasanya akan sulit mengingat jumlah hitungan jari jika tanpa memakai alat modern. **** hsgautama.blogspot.co.id

Thursday, July 27, 2017

Peterson Barrel Smooth P-Lip

Kecil dan nyaman buat harian dengan gaya ala tankard.
Bowl kecil dan bodi ramping sepertinya memang cocok buat orang indonesia karena besar pipa tidak kebanting sama postur asia yang kecil juga, elegan dilihatnya.

Length: 5.65 in./143.51 mm.
Weight: 0.09 oz./2.55 g.
Bowl Height: 1.55 in./39.37 mm.
Chamber Depth: 1.25 in./31.75 mm.
Chamber Diameter: 0.73 in./18.54 mm.
Outside Diameter: 1.22 in./30.99 mm.
Stem Material: Vulcanite
Filter: None
Shape: Billiard
Finish: Smooth
Material: Briar
Country: Ireland

https://www.smokingpipes.com/pipes/new/peterson/moreinfo.cfm?product_id=53962





SOLD Vostok

SOLD, TERJUAL HABIS




Tuesday, July 18, 2017

Cara Menyalakan Mesin Potong Rumput Gendong

Cara menyalakan mesin pemotong rumput gendong bisa dikatakan gampang susah. khususnya bagi pemula. Mesinnya sederhana, dan dinyalakan dengan prinsip engkolan tali. Tapi sebelumnya, ada langkah awal harus dilakukan sebelum mesin diengkol (ditarik talinya).

Jika langkah awal ini tidak dikerjakan maka mesin potong rumput akan susah sekali menyala.

Pertama, pompa secara manual bensinya lebih dulu. Ada bola karet tersembunyi dibawah karburator biasanya, atau dibawah tangki bahan bakar. Bola karet ini harus ditekan selama beberapa kali, katakan 5 sampai 10 x tekan dengan jari tangan.

Diawalnya bola akan terasa lembek dan ngempos, tapi setelah pompa ke 5x akan terasa makin padat dan mengeras. Semakin ditambah lagi menekan bola, maka makin keras. Ini artinya bensin sudah mengalir dengan sempurna dari tangki bahan bakar keruang karbu.

Kedua, setelah beres memompa bensin, langkah berikut adalah memasang posisi chuck berada dutengah. Posisi tengah paling aman soalnya. Chuck ini gunanya menambah tensi dari raungan mesin agar meninggi. Cara ini digunakan untuk starter awal. Setelah mesin menyala posisi chuck bisa dikembalikan keposisi nol atau jika tidak mau biarkan saja diposisi setengah. Chuck ditengah biasanya tidak membuat mesin bolak balik mati mendadak.

Jangan lupa mainkan tuas gas nya agar saat tali diengkol maka mesin akan cepat menyalak dengan garang. Gas yang terlalu lembek akan membuat mesin gagal terus menyala. *** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.co.id/2015/05/mesin-potong-rumput-4-tak-bensin-honda.html
http://hsgautama.blogspot.co.id/2013/11/review-ngasal-mesin-potong-rumput.html




Monday, July 3, 2017

Langka, Foto Utuh Sebadan KH Hasyim Asy'ari.

Termasuk langka menemukan foto utuh sebadan dari hadratus syeh KH Hasyim Asy'ari.

Kali ini muncul foto utuh ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dari koleksi pribadi dilingkungan keluarga beliau. Sayang kondisinya tidak begitu bagus. Foto tua selaiknya mendapatkan langkah serius dalam restorasi agar dapat menjadi catatan sejarah dimasa depan. Ini penting menjadi catatan sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia dimasa silam, dan geliat pertumbuhan pesantren dari masa kemasa.

Foto dibawah ini sudah mengalami proses retouching standar agar secara visual lebih menarik dipandang mata. Foto asli diambil dari sumber facebook (Klik link)
* Mohon foto jangan dihilangkan sumber aslinya


Sumber FB: Cerita Para Wali

Sedang ramai foto ini. 11 tahun yang lalu, sebelum KH. Yusuf Hasyin wafat, beliau mengajak saya ke ndalem ijo yang tepat berada diutara rumah orang tua saya. Di ndalem ijo itu, beliau menunjukkan sebuah foto ukuran besar dan beliau berkata "Ini foto kiai Hasyim". Kebetulan yang ditunjukkan tidak seutuh seperti dalam foto yang baru saja muncul dimedsos. Beliau juga berkat bahwa foto inilah yang paling beliau suka.

Beberapa bulan sebelum wafat, kiai Khotib Umar Jember, berkesempatan mampir kerumah dan memberikan foto yang sama dgn milik KH. Yusuf Hasyim.

Akhirnya, muncul pula yang utuh dan syukran kepada yang menguploadnya.

Konon, foto tersebut diambil diam-diam karena kiai Hasyim infonya tidak suka berfoto. Sama dgn menantu beliau kiai Maksum, pengarang amtsilatut tasrif, yang membakar semua foto dirinya sebelum wafat.

Tentang lokasi, tidak diketahui pasti. Tapi jika kembali ke Tebuireng tempo dulu, komplek F, G, H, I dan lainnya yang berada diselatan masjid, mempunyai bentuk pintu model kupu tarung. Sekarang yang tersisa hanya komplek Y dan K yang pintunya msh seperti itu. Pertanyaannya, apakah komplek2 itu sudah ada sejak jaman kiai Hasyim?

Jika tidak, pikiran saya melayang ke Pesantren Salafiyah di Kapu Kediri tempat mertua beliau kiai Hasan Muhyi tinggal. Dibangunan diutara masjid Pondok Kapu, ada bangunan yang sangat mirip dgn yang ada dalam foto ini. Bangunan itu skrg masih ada dan menjadi madrasah diniyah.

Wallahu a'lam bisshowab.

Sumber: Kyai Agus M Zaki (Cucu Hadrotussyaikh Hasyim Asy'ari)

Monday, June 26, 2017

Salah Satu Varian VW Combi Langka: VW T2 Kemperink

Perusahaan keluarga "Kemperink" didirikan pada tahun 1890 di Harbrinkoek dekat Almelo di Belanda. Pada tahun 1931 itu menjadi perusahaan spesialis pelatih, yang juga mengubah dan membangun wagon untuk angkut barang berat.

Ide awal VW Transporter berasal dari pemain asal Belanda, Ben Pon dan sejak awal 1950-an kendaraan ini terbukti sangat populer di Belanda.

Volkswagen sudah memproduksi berbagai macam kendaraan utilitas berdasarkan transporter VW, termasuk van tertutup, pickup, ambulans, minibus dan mesin pemadam kebakaran. Tapi dinamisme perdagangan menuntut kendaraan yang menawarkan lebih banyak ruang untuk membawa barang.

Kemperink yang datang dengan memberikan solusi nyata pertama. Pada tahun 1954 mereka membangun transporter VW LWB yang pertama. Pada dasarnya chassis pickup VW normal dipanjangkan pada jarak 90cm dan sebuah kotak van type section yang kemudian dipasang.
Ini mengubah jarak sumbu roda dari 2400mm menjadi 3300mm dan menghasilkan van kotak ringan yang mampu membawa barang besar, yang bisa dimuat oleh palet dari samping atau belakang kendaraan.

Jenis ini menawarkan 10 meter kubik luas yang luar biasa diruang interior, bukan standar 5 meter kubik. Ini jauh lebih baik daripada hampir setiap produksi 1 ton van lainnya pada saat itu. Mobil van ini masih didukung oleh mesin 119 hp 40 hp dan memiliki berat 1200 - 1315kg.

Van pertama yang diproduksi dikirim ke produsen industri kasur di Rotterdam. Ini kemudian diikuti pesanan dari produsen biskuit bernama Bolletje yang memesan beberapa kendaraan. Hal ini pada gilirannya menyebabkan pesanan dari perusahaan pakaian C & A, dan pesanan yang sangat menguntungkan dari tentara Belanda.

Kemperink menghasilkan 2 model dasar; Panjang dan tinggi (Lang und hoch), Der Kastenwagen - Bestelwagen (high top LWB)

Die Pritsche - (pickup yang panjang)
Bestelwagen (kecuali pesanan khusus) biasanya disertakan tanpa jendela. Bagian atas kabin bagian atas terdiri dari rangka baja berbentuk persegi dengan sisi baja. Bagian atapnya terbuat dari fiberglass dan untuk mengimbangi kekurangan jendela biasanya ditinggalkan dengan bagian tengah yang jernih untuk memungkinkan penerangan alami interior. Versi van layar split awal memiliki profil atap datar dengan tepi yang membulat. Kemudian kendaraan Bay window dengan profil atap yang merendah, yang memberi ruang kepala ekstra di dalamnya. Karena berdasarkan pada jenis pickup, semua kendaraan memiliki cab  terpisah. Kendaraan awal memiliki pintu belakang kembar (atau tunggal) dan (biasanya) pintu belakang yang sangat besar yang dilengkapi dengan struts gas.

Mungkin (tapi belum dikonfirmasi) bahwa ada beberapa versi Crew Cab dari "Die Pritsche" diproduksi. Berikut adalah contoh EFX178T yang sebelumnya dimiliki oleh "Just Kampers"
crew cab yang sudah lama ini pernah dimiliki oleh Just Kampers.

Selama tahun 60an dan 70an Kemperink berevolusi dari layar terbelah ke Bay Window, namun sedikit yang lain berubah menjadi kendaraan dasar. Satu-satunya perubahan besar selama periode itu adalah pilihan pintu geser daripada membuka pintu samping atau penutup jendela. Kendaraan ini ditunjuk sebagai 'Bestelwagen Special'.

Dari spec dasar ini, ratusan kendaraan ini akan diubah menjadi berbagai jenis kendaraan utilitas lainnya mulai
dari van dasar sampai toko keliling. Tentara Belanda menggunakan mereka sebagai ruang radio, menyediakan kendaraan dan dapur bergerak. Banyak juga digunakan untuk konversi kemping.

Mereka mengambil sedikit ruang untuk digunakan saat mengemudi. Sebagian besar dilengkapi dengan mesin 1600cc (atau kurang). Visibilitas sangat buruk terutama jika tidak ada jendela yang dipasang. Manuver dan berhenti harus direncanakan. Namun mengendarai Kemp sangat asyik dimanapun Anda pergi, selalu menarik perhatian.

Pada akhir tahun 1970-an ada banyak persaingan dari VW sendiri - setelah 20 tahun VW akhirnya datang dengan kendaraan LWB mereka sendiri (LT) dan ini terbukti menjadi jatuhnya produksi Kemperink. Tak lama setelah Volkswagen memperkenalkan Transporter T3 pada tahun 1979, produksi Kemperinks berakhir. hsgautama.blogspot.co.id

Sumber foto1



Friday, May 19, 2017

Teknik “Rucking” Militer Bisa Diterapkan Untuk Ransel Hiking

Reportasenews.com – Militer mempunyai penelitian panjang perihal bagaimana membawa beban bawaan ditubuhnya saat dilapangan seperti ransel atau peralatan tempur lainnya. Karena itu bagi petualang alam bebas ada baiknya belajarlah dari militer.

Di militer pengetahuan cara membungkus peralatan dan semua kebutuhan dalam tas ransel dikenal dengan nama “rucking”. Pemahaman “rucking” ada banyak, secara mudah dia adalah ilmu bagaimana menyusun isi dalam ransel dan mendistribusikan berat secara pas sesuai dengan individunya, jadi artinya setiap orang akan beda resep (customize ditiap orang berbeda). Dengan teknik rucking yang tepat maka kelelahan selama perjalanan dan kemungkinan cedera dapat dihindari seminim mungkin.

“Rucking” adalah istilah militer untuk hiking membawa beban. Seperti yang bisa dibayangkan, ini adalah masalah besar bagi militer, karena tentara harus mengenakan pelindung tubuh dan membawa senjata,munisi, air, peralatan komunikasi, dan perlengkapan lainnya saat mereka melakukan patroli dan misi.Meningkatkan kinerja dan pencegahan cedera sangat penting untuk operasi militer dan personil.

Pergerakan di atas tanah di bawah beban berat juga menjadi kunci bagi banyak olahraga gunung, mulai dari bersepeda hingga menunggang kuda sampai alpinisme gunung yang besar. Ada lima aturan paling dasar dalam teknik rucking yang dijalankan oleh militer saat berjalan membawa tas ransel besarnya.

1. Satu pon di kaki (450 gram) Anda sama dengan lima pound (2250 gram) di punggung kita.
Aturan backpacking “oldskul” ini masih berlaku, menurut sebuah penelitian tahun 1984 dari US Army Research Institute. Mereka menguji berapa banyak energi yang dikeluarkan dengan alas kaki dan sepatu yang berbeda dan menyimpulkan bahwa dibutuhkan 4,7 hingga 6,4 kali lebih banyak energi untuk bergerak pada kecepatan tertentu saat berat badan dibawa pada sepatu, dibandingkan pada batang tubuh.

Secara praktis, ini berarti kita dapat membawa setengah galon air lebih banyak (di atas 1814 gram) jika kita membeli sepatu bot yang ringan, tidak sulit dilakukan. Sekarang bayangkan penghematan energi dari backpacking di sepatu lari ringan, bukan sepatu bot backpacking kulit yang berat selama perjalanan backpacking 7 hari.

2. Satu pon di kaki (450 gram) sama dengan 5% lebih banyak energi yang dikeluarkan.
Sepatu yang lebih berat tidak hanya mempengaruhi Anda karena beratnya. Sepatu bot yang lebih berat juga lebih kaku dan kurang responsif. Hal ini mengurangi efisiensi refleks peregangan tubuh Anda saat menabrak tanah.

Lima persen tidak terdengar seperti jumlah yang besar, jadi bagaimana 5% diterjemahkan ke run times? Nah, 5% akan memperlambat kecepatan per kilometer kita akan turun 30 detik, tergantung berapa lama kita mampu berlari. Tapi, semakin cepat Anda mencoba berlari, semakin besar 5% itu akan mempengaruhi performa Anda.

3. Setiap 1% berat tubuh Anda akan membuat Anda enam detik lebih lambat per mil (1,5 km).
Membawa berat badan dengan isi ransel akan memberi “harga yang harus dibayar”. Setiap 1% dari berat badan Anda yang membawa beban akan membuat kita 6 detik lebih lambat per mil (1,5km). Jadi, jika berat badan Anda 68 kg, masing-masing 1,5 pon (6803 gram) berat dalam tas maka gerak kita akan melambat sebanyak 6 detik per mil. Untuk pejalan kaki seberat 68kg, dalam perjalanan jauh, mengurangi berat paket ditas dari 40 (18143 gram) menjadi 30 pound menghemat 40 detik per mil.



4. Variasi tanjakan 10% cenderung memotong kecepatan kita menjadi dua.
Tanjakan sangat mempengaruhi kecepatan. Maksudnya adalah berapa banyak tanjakan atau penurunan medan yang dilalui. Pada tingkat 10%, misalnya, setiap 3 meter jarak yang ditempuh maju, maka akan menempuh setengah meter naik. Dari segi sudut, 10% sama dengan 5,74 derajat. Sebuah sudut 5,74 derajat tampaknya tidak berpengaruh banyak sebelum kita semakin jauh dan jauh lagi jaraknya. Kita akan tahu betapa beratnya kaki karena Anda akan bergerak dua kali lebih lambat dari pada di atas tanah datar dengan beban tertentu.Nilai 10% akan mengurangi separuh kecepatan kita, entah itu bawa beban 20kg atau 36kg.

5. Naik akan memperlambat Anda dua kali lipat kecepatan Anda.
Jangan percaya kita akan mempu berjalan cepat di sisi lain bukit. Itu tidak akan terjadi karena mampunya hanya separuh dari waktu yang ditargetkan.

Bagaimana jika kita mencuri waktu dengan banyak berlari saat jalan menurun untuk menebus kehilangan durasi waktu saat menanjak? Kekuatan pengereman adalah jawabannya. Saat berjalan menukik turun, kaki kita harus mengerem kecepatan dengan paha depan agar tetap terkendali. Semakin curam menurun, maka semakin keras kita melakukan pengereman. Beban tambahan pada otot akan mempengaruhi kinerja kita saat kembali menanjak. (Hsg)


Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...