Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat
Showing posts with label temanku. Show all posts
Showing posts with label temanku. Show all posts

Friday, March 4, 2016

Tari Topeng Malang dari Tumpang Asuhan Ki Soleh

Salah satu maestro tari topeng Malang adalah berasal dari Tumpang Malang yang diasuh oleh satu sesepuhnya Ki Soleh. Diwilayah Malang Jatim sendiri, sejak tahun 70an kesenian topeng sudah melorot drastis. Hingga kini tersisa dua wilayah basis padepokan yang mengajarkan topeng Malang yakni Desa Jabung Kec Tumpang Malang, dan Dusun Kedungmonggo Desa Karangpandan Pakisaji Malang.

Referensi:
http://malangan.com/sejarah-topeng-malangan/
https://assadurokhman.wordpress.com/2010/06/25/topeng-malangan-dulu-sebagai-media-bercokol-roh-leluhur/





Friday, September 4, 2015

Pengunjung blog hsgautama blogspot mendekati 30.000 klik dalam sebulan














Terimakasih untuk yang telah mengunjungi blog ini dan membaca isinya. Lalu ditambah melalui Twitter.
Tidak ada gunanya buat blog jika tidak dibaca atau ditengok oleh khalayak luas. Banyak yang saya tidak
kenal seperti halnya dunia internet yang tanpa batas, borderless. Pengunjung tertinggi dari Indonesia, sedangkan urutan kedua tertinggi dari US. Dari sini saya bisa melanjutkan kontak dengan mereka yang diluar sana melalui SMS atau telpon kemari.
Dulu ketika blog hsgautama.blogspot.com ini mencapai 10.000 klik per bulan, ada yang mencibir mengatakan tidak percaya. Sebuah blog biasa, gratisan juga, kok bisa dapat segitu? Bahkan ada "haters" yang mendrop pesan mencibir berat dikolom comment :-)) , entah kenapa kok sempat ada haters begini masuk kesini mengeluarkan kata kata pedas, padahal salah saya juga apa tidak tahu, kenal dia juga tidak. Buat saya gak jadi masalah apa kata orang, saya cuma tersenyum. Saya punya langkah sendiri, saya punya strategi tertentu, mempunyai pola tertentu dalam penulisan dan untuk menjual produk disini. Lalu saya bukan cuma omong kosong melamun, saya mengukur semua hasilnya dengan alat ukur yang teruji secara silang. Konsistensinya dilihat, daya tahannya disimak, diuji berulang ulang sejauh apa bisa tahan dititik terbaiknya. Mengelola medsos butuh langkah tertentu dan konsistensi, berubah jika ada sandaran analisanya. Statistik memberikan angka, pada akhirnya tidak bisa bohong. Jika disitu tertera kalimat: PAGE VIEWS LAST MONTH  29.153 maka itu dalam arti sesungguhnya. Tahun 2012 visitor diblog ini mencapai 18 ribuan perbulan, dan sekarang sudah meningkat drastis  http://hsgautama.blogspot.co.id/2012/12/blogwalking-mau-tahu-pageviews-blog-ini.html

Sekali lagi terimakasih  :-)
Tetaplah datang kemari dan membaca isi di hsgautama.blogspot.com THANKS!
**** hsgautama.blogspot.com

Monday, August 31, 2015

Thursday, May 8, 2014

Malam Penghargaan CEC 4 British Council di Kunskring Paleis

Senaaaang, anak2 bisa menang di CEC gelombang 4 / Community Entrepreneurs Challenge Wave IV
Selamat buat Mayang dan Dhanyar, gua ikutan keplok saja sebagai mantan mentor uhuuuy. Buat lainnya... selamat juga akhirnya sampai digaris final ya. Congrats!

http://hsgautama.blogspot.com/2014/04/mengunjungi-tpst-mulyoagung-dau-malang.html
http://news.britishcouncil.or.id/tags/cec/
http://news.britishcouncil.or.id/2013/12/23-finalis-agf-bc-community-entrepreneurs-challenge-wave-iv-phase-2/
http://tpst-mulyoagungbersatu.blogspot.com/

Anak anak dimalam penghargaan Community Entrepreneurs Challenge wave 4 kemarin di Kunskring Paleis di Teuku Umar 1.// foto: Mayang dkk . CEC 4 British Council Indonesia






Saturday, April 5, 2014

Mengunjungi TPST Mulyoagung Dau Malang dengan tim CEC4 British Council

Kalian pasti bosan sebosan nya mendengar kata "pengolahan sampah penduduk, recycling" dstnya. Tapi tunggu dulu, coba datang ke TPST Mulyoagung di daerah Dau, Malang menuju Batu, mungkin kalian akan berubah pikiran banyak tentang bagaimana enaknya mengelola sampah.
TPST Mulyoagung adalah sentra pengolahan sampah penduduk disekitar Dau yang dijalankan secara swadaya. Mereka gak butuh bantuan dana propinsi Jatim untuk membersihkan dan membuat sehat lingkungan desanya. Bermula karena mereka bosan melihat kotornya ekses sampah dikampung mereka dan merasa merana melihat daerah sungai brantas dijadikan lokasi pembuangan sampah, maka dirintis usaha yg baru saja  berjalan 3 tahun ini untuk mengelola sampah. Dan hasilnya sungguh efektif. Karena sangat efisien itu mereka seakan menjadi sekolah pengelolaan sampah swadaya paling agresif saat ini diwilayah Jatim. Sudah puluhan utusan daerah propinsi, kotamadya, kabupaten, ormas lain diseluruh Indonesia datang kesana untuk belajar mengelola sampah (sayang parpol gak ada sama sekali hiks). Alhasil bukan cuma kampung mereka sehat, tapi juga sepanjang DAS Sungai Brantas ikut sehat dan berkurang beban sampai sekian puluh meter kubik per bulannya akibat tumpahan sampah bau disungai yang mengalir sampai ratusan kilometer kehilirnya. Hasilnya dinikmati oleh banyak orang.

TPST Mulyoagung menjadi salah satu komunitas entrepreneur yang dipilih oleh British Council indonesia melalui program CEC gelombang ke 4 (lihat link dibawah). TPST Mulyoagung adalah salah satu contoh bagus bagaimana start up bisnis dijalankan komunitas memberikan hasil ekonomi yang konkret dan juga hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Komunitas ini juga dibuat film dokumenter pendeknya oleh dua org mahasiswi cantik anak didik saya, Dhanyar dan Mayang yang mengikuti kompetisi film dibawah British Council. Sebagai mentor pendamping yang diminta British Council, saya mengikuti mereka bekerja taping di TPST Mulyoagung, hasil film dokumenter mereka akan ditayangkan bersama beberapa dokumenter dari para finalis komunitas terpilih dari seluruh indonesia lainnya dalam waktu dekat. Tahun sebelumnya film dokumenter komunitas entrepreneur ditayangkan di bioskop Blitz, salah satu tim dari Makasar menjadi anak didik saya berhasil keluar sebagai juara dalam kompetisi di British Council waktu itu saat membuat dokumenter tentang komunitas Brenjonk di Jatim. Saya berharap kali ini mereka Mayang dan Dhanyar bisa merebut tiket juara dipembuatan film dokumenter di CEC 4, atau berharap muluk semoga komunitas TPST Mulyoagung berhasil keluar sebagai juara. Memang gak ringan, penilaiannya berat dan jurinya termasuk hebat dibidangnya, bahkan konon katanya penilaian komunitas sosial entrepreneur ini sampai juga ke tim juri di Inggris dan ditentukan oleh Pangeran Charles, jika sampai menang tentu rasanya sejuta, melebihi hadiah itu sendiri-laah *** hsgautama.blogspot.com


http://www.britishcouncil.or.id/en/programmes/society/social-entrepreneurs/community-entrepreneurs-challenge
http://news.britishcouncil.or.id/tags/cec/
http://www.britishcouncil.or.id/en
https://www.facebook.com/britishcouncil

Link TPST Mulyoagung:
https://www.facebook.com/tpst.bersatu
http://tpst-mulyoagungbersatu.blogspot.com/








Friday, September 27, 2013

September dalam foto




April besok sebagai hadiah, insyaallah  :-)

Wednesday, September 11, 2013

Kudeta Labilisasi per-Kopian di "kopwor"

Membuat kudeta kopi antar intitusionis media nasional secara silang agar perlabilan maksimal :-))
Mbuhlah, pokoknya menikmati COHIBA Cuba dan mbako enak, dan kopi mantap
Peserta kudeta: Buyung, Rangga, Abe, Dicky, Desi Suka Jus, ditemani oleh nyonya tuan rumah Maesa Jenar Ayu.



Lagu sedih khusus malam ini "pigi jo deng dia" hihihi


Friday, August 30, 2013

Ditraktir makan Terryna dengan komunitas "tukang jalan"

Dapat undangan makan dan diskusi ringan dari Terryna (dan kembarannya Rini, kembaran "maksa" hehe), untuk ngobrol dengan sesama traveller dari bbr komunitas tukang jalan disini. Isinya membahas soal travelling dan ini itu baik itu perorangan atau berombongan.Obrolannya enak, orangnya asik semua, dan diskusinya juga berwarna banyak karena background tiap peserta beda semua. Sayang kurang lama nongkrongnya, sebetulnya enak mmg bicara soal jalan jalan wisata gini jika ketemu manusia manusia yg passion nya sama *** hsgautama.blogspot.com





Sunday, August 25, 2013

Sabtu siang "nyabar" bareng di Ritam, menikmati tembakau pipa dan obrolan ringan

Nyabar (nyangklong bareng), dengan teman yang baru saja ketemuan di pojokan lapak Ritam yang kondang dengan tembakau enaknya. Semua isi pembicaraan soal rasa tembakau, tidak lain, tidak ada soal presiden SBY dan semua tetek bengek politik. Dollar kita omongin juga karena gara gara dollar naik maka tembakau impor jadi mencekik. Haha.

*seluruh kredit foto tertera nama pemilik aslinya, ane cuma kopas kok :-)







Saturday, August 17, 2013

Halal Bihalal ke NET TV

Silaturahiem dan halal bihalal kecil dengan beberapa kolega lama di NET TV, mampir diruang redaksinya dan masuk keruang direktur news NET TV, ngakak reramean disana dan cerita ngalor ngidul. Mantan junior , mantan kolega, dan mantan murid pada nongol semua diruangan itu menyalami, pelukan sambil ngakak, mereka masih rame dan renyah kayak tahun tahun lalu. Good friend, great atmo.


Sunday, March 24, 2013

Viva Tim Makasar, Juara! ... Lega

Gak salah memang datang jauh dari timur, satu satunya wakil dari luar pulau Jawa.
Sebagai mentor, jelas lega ketika tahu anak anak dapat juara disini.
Seluruh finalis kali ini mendapatkan juri dari para praktisi yang terbaik dibidangnya dan mereka memberikan penilaian sama atas dua hal: pertama melihat tayangan kerja anak finalis para juri mikir pengen balik kekampung dan "berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat luas", dan kedua para juri heran melihat hasil kerja "para amatir" ini terlihat profesional dan sangat baik, ini membuat mereka terkejut, secara spontan membuat flashback membandingkan dengan usia para juri dulunya ketika diusia anak anak peserta kali ini, mereka bilang jaman dahulu itu mereka belum bisa sama sekali membuat apapun  kayak begini seperti apa dikerjakan oleh finalis kali ini. Kekuatan pemenang putaran ini adalah dijalan ceritanya yang melekat dengan akar bisnis komunitas, dan inilah ciri film dokumenter (salah satu elemen penting dokumenter). Teknisnya digarap juga sangat baik jika melihat jam terbang mereka yang bisa disebut "masih sangat biasa biasa saja". Kemasan yang dibawakan dalam cerita dan visual dikatakan seperti pekerjaan profesional, bukan amatir lagi. Malam tadi pemutaran film semua hasil kerja para finalis dibioskop Blitz, sekaligus memutuskan siapa pemenangnya yang berhak mendapatkan award .

Kia, Uswathun, dan Ucup. Selamat.

http://hsgautama.blogspot.com/2013/02/mengunjungi-brenjonk-kampung-edukasi.html
http://www.britishcouncil.org/id/indonesia-entrepreneurship-cec.htm























Sunday, February 24, 2013

Nemu ID card jaman penjajahan Depen

Jaman Departemen Penerangan masih tangan besi, semuanya harus pakai ID sah. Jika tdk diberangus aparat TNI dan Polisi. Sampai mau meliput acara biasa biasa saja seperti Pemilu harus ada ID jelas dan sah dari Depen. Jaman penjajahan kita menyebutnya, dan penjajahnya "Hari Hari Omongkosong" dan ORBA wkwk ancur deh. Masa gak enak itu semoga Indonesia dan pers nya gak mengulangi lewat dimasa seperti itu lagi, masa kelam, masa dimana kebebasan individu diinjak injak seenaknya, berbahaya soalnya.

Kenangan lama, nemu ID card tua dari tahun 90 an dulu.


Friday, February 15, 2013

Mengunjungi Brenjonk Kampung Edukasi Organik Berbasis Komunitas Di Mojokerto



























Tidak banyak mungkin yang tahu dimana komunitas Brenjonk itu berada, tapi buat fans fanatik makanan organik, nama Brenjonk tidak bisa dilepaskan dari "pakan sehat" karena mereka adalah brand kuat dengan komitmen nya membuat hasil pertanian serba organik. Begitu ketatnya mereka pada komitmen itu sampai membajak sawah pun tidak mau pakai mesin traktor yang menurut mereka bisa saja mencemari lingkungan akibat tumpahnya solar bahan bakar atau oli dari mesin, harus dibajak pakai sapi.
Cak Slamet, Atun, Ucup, Kia, dan jelas gua dong :-D
Komunitas Brenjonk adalah kelompok masyarakat yang membuat bisnis pertanian (agrobisnis) dengan basis komunitas. Masyarakat desa itulah yang membangunnya dan memajukan hasil pertanian organik disebuah dusun bernama Penanggungan, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Komunitas ini dikepalai oleh seorang pria paruh baya yang sangat kuat visinya dengan makanan sehat yakni cak Slamet. Dia juga mengarahkan Brenjonk menjadi kampung edukasi pakan organik yang bisa didatangi siapapun untuk belajar bercocok tanam secara sehat dan bebas bahan kimia serta tidak mencemari lingkungan.
Saya beruntung menyempatkan diri melihat komunitas Brenjonk disebuah dusun bernama Penanggungan, Trawas, Mojokerto Jatim yang lokasinya terasa dingin menyengat diketinggian 800m DPL, sangat sepi dan hijau oleh padi dan sayur mayur pertanian mereka. Saya ditayuh untuk menjadi mentor pendamping untuk tim Makasar yang mengerjakan cerita ttg Brenjonk ini bagi program di British Council. Sebuah pengalaman yang berrharga dan memperkaya wawasan saya tentang makanan organik. Really awesome. Makin mengesankan karena mendampingi 3 manusia lucu Atun, Ucup dan Kia ini sih, hehehe. Tanpa mereka bertiga disana bakalan terasa hampaaaa hari hari berlalu ... halaaah. *** hsgautama.blogspot.com

Kita orang kota gak mampu beli makanan organik karena mahal, sedangkan mereka penduduk desa justru makan tiap hari dengan pakan organik yang mahal. Kita orang kota makan dari bahan yang kena racun kimia berat, sedangkan mereka orang desa makan dengan bahan alami yang sehat. 

http://www.britishcouncil.org/indonesia-entrepreneurship-cec.htm
http://news.britishcouncil.or.id/tags/cec/
http://www.brenjonk.com/

Download peta Garmin / peta pentunjuk arah jalan menuju ke komunitas Brenjonk:
http://navigasi.net/gofrm.php?c=FU&t=2928&page=last
http://bit.ly/YDy4PW


Membangun Komunitas Melalui Kewirausahaan Sosial Berbasis Komunitas

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists on trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Man and Superman, Maxims for Revolutionaries, 1903




















View Brenjonk, Penanggungan, Trawas, Mojokerto in a larger map


Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...