Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

KHS Fullsus SALE!!

Saturday, April 5, 2014

Mengunjungi TPST Mulyoagung Dau Malang dengan tim CEC4 British Council

Kalian pasti bosan sebosan nya mendengar kata "pengolahan sampah penduduk, recycling" dstnya. Tapi tunggu dulu, coba datang ke TPST Mulyoagung di daerah Dau, Malang menuju Batu, mungkin kalian akan berubah pikiran banyak tentang bagaimana enaknya mengelola sampah.
TPST Mulyoagung adalah sentra pengolahan sampah penduduk disekitar Dau yang dijalankan secara swadaya. Mereka gak butuh bantuan dana propinsi Jatim untuk membersihkan dan membuat sehat lingkungan desanya. Bermula karena mereka bosan melihat kotornya ekses sampah dikampung mereka dan merasa merana melihat daerah sungai brantas dijadikan lokasi pembuangan sampah, maka dirintis usaha yg baru saja  berjalan 3 tahun ini untuk mengelola sampah. Dan hasilnya sungguh efektif. Karena sangat efisien itu mereka seakan menjadi sekolah pengelolaan sampah swadaya paling agresif saat ini diwilayah Jatim. Sudah puluhan utusan daerah propinsi, kotamadya, kabupaten, ormas lain diseluruh Indonesia datang kesana untuk belajar mengelola sampah (sayang parpol gak ada sama sekali hiks). Alhasil bukan cuma kampung mereka sehat, tapi juga sepanjang DAS Sungai Brantas ikut sehat dan berkurang beban sampai sekian puluh meter kubik per bulannya akibat tumpahan sampah bau disungai yang mengalir sampai ratusan kilometer kehilirnya. Hasilnya dinikmati oleh banyak orang.

TPST Mulyoagung menjadi salah satu komunitas entrepreneur yang dipilih oleh British Council indonesia melalui program CEC gelombang ke 4 (lihat link dibawah). TPST Mulyoagung adalah salah satu contoh bagus bagaimana start up bisnis dijalankan komunitas memberikan hasil ekonomi yang konkret dan juga hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Komunitas ini juga dibuat film dokumenter pendeknya oleh dua org mahasiswi cantik anak didik saya, Dhanyar dan Mayang yang mengikuti kompetisi film dibawah British Council. Sebagai mentor pendamping yang diminta British Council, saya mengikuti mereka bekerja taping di TPST Mulyoagung, hasil film dokumenter mereka akan ditayangkan bersama beberapa dokumenter dari para finalis komunitas terpilih dari seluruh indonesia lainnya dalam waktu dekat. Tahun sebelumnya film dokumenter komunitas entrepreneur ditayangkan di bioskop Blitz, salah satu tim dari Makasar menjadi anak didik saya berhasil keluar sebagai juara dalam kompetisi di British Council waktu itu saat membuat dokumenter tentang komunitas Brenjonk di Jatim. Saya berharap kali ini mereka Mayang dan Dhanyar bisa merebut tiket juara dipembuatan film dokumenter di CEC 4, atau berharap muluk semoga komunitas TPST Mulyoagung berhasil keluar sebagai juara. Memang gak ringan, penilaiannya berat dan jurinya termasuk hebat dibidangnya, bahkan konon katanya penilaian komunitas sosial entrepreneur ini sampai juga ke tim juri di Inggris dan ditentukan oleh Pangeran Charles, jika sampai menang tentu rasanya sejuta, melebihi hadiah itu sendiri-laah *** hsgautama.blogspot.com


http://www.britishcouncil.or.id/en/programmes/society/social-entrepreneurs/community-entrepreneurs-challenge
http://news.britishcouncil.or.id/tags/cec/
http://www.britishcouncil.or.id/en
https://www.facebook.com/britishcouncil

Link TPST Mulyoagung:
https://www.facebook.com/tpst.bersatu
http://tpst-mulyoagungbersatu.blogspot.com/








No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...