Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Friday, July 12, 2013

Peluit bambu 3 pipa khusus untuk signaling kereta api












The triplet bamboo pipe whistle designed for train signaling in Indonesia since the last century
Unik dan jarang dilihat oleh orang awam bahwa peluit bambu didunia kereta api nasional pernah menduduki peran vital dalam mengatur komunikasi signaling antara komandan stasiun dan petugas masinis (machinist, engineer). Peluit ini adalah peluit kedua yang saya dapatkan dari rekan sepeda saya yang baik hati om Dama (Turis Jawa) yang mengirimkan peluit ini dan memberikan saya kesempatan menikmati keunikan peluit ini. Peluit dengan satu pipa tiup adalah normal, tapi ini malahan 3 pipa tiup, sebuah peluit yang unik. Keunggulan penambahan pipa tiup ini tentu saja untuk meningkatkan power dan daya lengking suara yang disemburkan sehingga membuat usernya tidak terlalu kecapekan meniupkan tekanan udara berulang kali melalui mulutnya. Konsep peluit memakai lebih dari satu tabung pipa tiup sampai sekarang dijaman modern ini masih diaplikasikan dibeberapa brand modern.


Kenapa dipilih bambu bukan kayu misal? Bambu adalah material yang mudah dijumpai di pulau Jawa, dimana rel Kereta Api tersebar dengan jaringan yang solid. Rasanya masuk akal ketika dijaman penjajahan kolonial Belanda dulu, peluit bambu lantas menjadi andalan penting karena bambu mudah ditemukan dimana mana. Peluit bambu sekarang sudah jarang terlihat, pengrajin nya pun makin menyusut dan hanya berputar dikalangan internal jawatan Kereta Api saja. Peluit besi dan elektronik modern spt Handy Talky sudah menggantikan peran tradisionil peluit bambu. Peluit jenis ini tidak diperjual belikan karena takut disalah gunakan didekat stasiun KA oleh orang iseng tak bertanggung jawab  *** hsgautama.blogspot.com

Sejarah kereta api di Indonesia:
http://hsgautama.blogspot.com/2012/10/sejarah-kereta-api-indonesia.html

Peluit masinis dengan decible tinggi:
http://hsgautama.blogspot.com/2013/05/peluit-masinis-dari-bambu-dengan.html



12 comments:

  1. Replies
    1. Mas gak baca kalimat penutup ini? : "Peluit jenis ini tidak diperjual belikan karena takut disalah gunakan didekat stasiun KA oleh orang iseng tak bertanggung jawab ". Artinya hanya beredar dikalangan petugas kereta api saja

      Delete
    2. Benar.. tidak di jual belikan, saya dapat juga di kasih oleh petugas kreta waktu itu saya naik kreta jkt malang... iseng2 ngobrol eh malah di kasih kenang2an pluit.. pluit masih aku simpan baik....

      Delete
  2. Yahhh..padahal pgn koleksi .....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf gak boleh dimiliki awam. Ini hanya kalangan masinis atau yang mmg dipercaya sama mereka diberikan peluit ini.

      Delete
  3. Kalau topi ppka ada yg jual gak mas?

    ReplyDelete
  4. Tapi pernah se di kasih tau... belinya di koprasi stasiun surabaya tapi itu dulu... dn yg bisa beli kalangan internal saja....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang gak boleh buat umum hehehe, bahaya besar soalnya jika ketangan umum

      Delete
  5. Bisa beli, ada kok temenku yang jualan
    Orang malang sama orang mojokerto merak bisa buat pluit itu dan mereka jual sendiri bukan ke orang kereta api ☺

    ReplyDelete
  6. Bisa beli, ada kok temenku yang jualan
    Orang malang sama orang mojokerto merak bisa buat pluit itu dan mereka jual sendiri bukan ke orang kereta api ☺

    ReplyDelete

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar DI MODERASI oleh admin dengan persetujuan.
* Komentar HANYA soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Carilah makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO kekerasan, NO SARA, NO Sex item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol, NO praktek dukun mistik dan pesugihan.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...