Pedagang Antik dan Barang Jadoel

Baca Rules Sisi Kiri Sebelum Membeli

Baca Rules Sisi Kiri Sebelum Membeli

Testimonial Seller

Wednesday, September 5, 2012

Blakas golok pendek dari Bali


Banyak diantara kita yg kerap berlibur di Bali, namun hanya sedikit yg pernah melihat seperti apa golok bali atau disebut Blakas itu.  Bahkan untuk seorang penggemar senjata tajam, tidak selalu mereka tahu apa itu blakas, atau melihat sendiri mata kepala selama disana.  Perhatian kita sering hanya terpusat pada pemandangan alam, arsitektur, dan kesenian disana, namun luput memperhatikan golok ini.

Memang tidak setiap saat orang Bali keluar membawa Blakas, mereka biasanya membawa ini jika harus ada pekerjaan khususnya saat "mengayah" (kerja membantu acara di Pura) atau jika ada saudara punya hajatan tertentu. Panggilan untuk ikut gotong royong membantu, membuat setiap pria dewasa di Bali harus membawa serta blakas nya.
Artinya, jika melihat mereka membawa blakas, itu tandanya mereka akan punya hajatan.  Bagi setiap pria dewasa disana, mempunyai satu atau dua blakas adalah wajib. Tidak bisa tidak, bahwa blakas juga akan menentukan bagaimana ikatan sosialnya dengan tetangga, saudara, atau kerukunan di banjarnya. Nilai gotong royong itu penting di Bali. Jika ada pria dewasa datang membantu sebuah hajatan tanpa blakas, dan tidak bisa mengerjakan apapun karena tidak ada blakas, itu aneh. Pria identik dengan blakas, miriplah sama sayur tanpa garam gak enak.

Di Bali ada beberapa penyebutan nama senjata tajam.
"Blakas" bukan satu satunya nama untuk senjata tajam disana. Paling tidak ada nama senjata tajam tradisional lainnya yg dikenal dalam kebudayaan masyarakat Bali. Diantaranya adalah:

Blakas = golok pendek, mirip pisau potong daging.
Gelewang = dulunya untuk memotong kepala, mungkin spt pedang/ parang.
Mutik = pisau kecil
Tiyuk = pisau dalam bentuk yg lebih besar.
Pengiris = untuk memotong kedebong
Penampad = untuk nampadin di carik.

Senjata tajam tradisionil Bali lainnya adl: Keris, Tombak, Taji, Kandik, Caluk, Arit, Udud,Trisula, Panah, Garot, Tulud, Kis-Kis, Anggapan, Berang, dan Pengiris.

Namanya banyak juga yak, satu waktu pernah tanya dengan kolega junior dikantor yg org Bali asli (BTL= Bali Tembak Langsung, hehehe), dia sendiri bingung atas penamaan senjata tajam dikampungnya. Blakas  tidak mudah dijumpai ditoko biasa atau pasar dipusat turis. Kalau mau cari ini harus kekabupaten diluar kota Denpasar, misal Ubud, Tabanan, Klungkung dll. Dan untuk melihat bagaimana blakas dipakai, tentu saja harus datang ketika ada gotong royong mengayah di pura atau misal hajatan kawinan.
Blakas sejak jaman dulu ternyata tidak punya varian lain. Bentuknya cuma begitu saja, tebal dan lumayan berat, satu set blakas ada dalam satu sarung yg sama tersedia dua pisau, satu besar dan berat, satu lagi pisau kecil ringan dan melengkung untuk mengupas (skinner). Bedanya, Blakas ada yg benar benar tampang dan pembuatannya simple, sampai ada blakas yg handle dan sarungnya kulit bagus ditatah. Itu sih tergantung pesanan dan kadang ada juga yg jual begitu dipasar tradisionil. Pengrajin dan pandai besi di Bali termasuk istimewa. Seandainya bisa digabungkan antara keindahan bilah dan gagang pisau atau sarungnya, pasti akan cakep dilihatnya, selain tentu saja fungsinya yg hebat.

Secara sepintas, bentuk blakas yg besar mirip dengan "golok cepot", atau sebutan lainnya "golok dapur" yg biasanya ada di Jabar. Golok pendek efektif mengerjakan pekerjaan disekitar dapur dan rumah karena secara dimensi memang lebih kecil namun bilahnya lebar serta tebal dan sangat kuat. Jeleknya pisau berat spt itu adalah mengurangi kelincahan membuat gerakan circular dipergelangan tangan, artinya untuk memotong hewan kurban akan terasa tidak pas dan beresiko menimbulkan kesalahan potong, atau meleset.  Ide dua pisau beda dimensi dalams satu sarung, adalah pilihan yg bagus. Satu bilah sangat tebal berat, dan satu lagi bilah pisaunya tipis ringan serta melengkung. Artinya, bawa ini kemana saja sudah bisa dipakai untuk pekerjaan didalam rumah.
Golok blakas ini menjadi salah satu koleksi bagus hadiah dari Icus dan Kadek. Mengumpulkan golok termasuk hobi yg gak mahal amat, karena semua etnik diseluruh dunia ini punya senjata golok kerja yg dipakai untuk sehari hari. Semua pria didunia ini pasti akrab dengan senjata tajam karena dipakai untuk melakukan pekerjaan berat sampai ringan. Bisa dibilang, nilai "pria tulen" salah satunya memang ada disebilah senjata tajam ditangannya.  *** hsgautama.blogspot.com

Bedok Cepot dari Jabar, mirip Blakas
http://hsgautama.blogspot.com/2012/10/bedok-cepot-dari-soreang-bandung.html

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE


SALE GOLOK CEPOT Jawa Barat:
http://hsgautama.blogspot.com/2012/12/sale-bedok-cepot-jawa-barat.html



Blakas bersanding dengan pisau Cap garpu Palembang asli



No comments:

Post a Comment

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Dilarang Titip Iklan/ Lapak Disini

Dilarang Titip Iklan/ Lapak Disini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...