Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

KHS Fullsus SALE!!

Thursday, August 9, 2012

Nasib Foto Polaroid Yang Tergusur Jaman


Apakabar kamera Polaroid?

Jaman sekarang melihat kamera ini seperti menemukan fosil saja. Ditengah hiruk pikuk serbuan kamera saku digital dan juga hape berkamera, kamera Polaroid seperti habis sudah dimakan jaman. Tidak laku dan tidak ada lagi yg mau memakai kamera ini, selain tidak ada yg menjual disini.

Namun, sesungguhnya selama 10 tahun terakhir,  Polaroid masih dipakai dibeberapa wilayah dikota besar. Dan tempatnya beredar  hanya ada diarea wisata yg ramai pengunjung. Katakan saja jika ke Ancol atau ke kebun binatang Ragunan, para fotografer keliling dengan pintar merayu pengunjung agar mau berfoto memakai Polaroid. Pengunjung yg datang tanpa kamera, bisa mendapatkan jasa fotografer keliling ini untuk berfoto bersama. Saat indah akan terekam bersama Polaroid, sebuah kenangan manis bak suvenir yg indah diingat kelak.

Polaroid ditemukan oleh Edwin Land dengan nomor paten 2435720. Dia adalah pria amerika yg melahirkan satu alat fotografi jenis baru yg disebut sebagai kamera foto instan langsung jadi. Cikal bakal kamera pertama Polaroid beredar dipasaran sekitar November 1948 dan mendapatkan sambutan antusias. Tahun 1960, dengan menggandeng Henry Dreyfuss ia kemudian melahirkan jenis kamera bernama Automatic 100 Land Camera, lalu kemudian muncul Polaroid Swinger camera tahun 1965.

Selama masa jayanya Polaroid mengeluarkan beberapa tipe dan jenis kamera dipasaran. Dan tanpa diketahui banyak publik di Indonesia, Polaroid sebetulnya juga mengeluarkan tipe ‘movie camera’ yang juga mempunyai prinsip sbg kamera instan. Nama produknya adalah: Polavision. Satu unit alat ini termasuk kamera, film nya, dan tentu saja alat untuk melihat (movie viewer). Sayang, polavision tidak berjaya dipasaran karena dia hanya mampu memakai ASA 40 yang artinya saat pengambilan gambar harus membutuhkan cahaya super terang.




























Dipenghujung tahun 1992 ketika akan  ditugaskan kepedalaman Kalimantan Timur menuju kedesa desa diatas Barong Tongkok, saya menyambut antusias penugasan ini. Kapan lagi masuk kepedalaman hutan Kalimantan via jalur sungai?  Perjalanan satu trip lumayan panjang yakni bisa 3 hari dan 2 malam diatas perahu besar menyusuri sungai, belum lagi ditambah dengan naik speed boat kecil dan ditambah naik ojek beberapa kali  (jhalan-becheeck), belasan jam menembus jalan setapak ditengah rimba. Transportasi disana memang seperti itulah. Terasa betul namanya perjalanan dari Balikapan sampai kedalam hutan.

Sehari sebelum keberangkatan, saya meminjam kamera Polaroid dari seorang kawan baik, lalu membeli dua pak film instant nya ke Pasar Baru. Harganya lumayan mahal. Tapi saya butuh itu. Kamera Polaroid ini adalah cara saya “berkomunikasi” dengan penduduk lokal ditempat tujuan nanti. Dengan memotret mereka sekeluarga lalu memberikan hasil foto ketangannya langsung akan membuat saya mudah diterima diantara kelompok kelompok suku disana dan keluarga kecil dipedalaman. Fotografi sebagai bahasa, dan selembar foto instan saya pakai untuk mendekatkan diri saya dengan mereka secara lebih cepat dan akrab. Jawabannya adalah dengan Polaroid yg menakjubkan itu.

Februari kemarin ketika Polaroid mengatakan kepada CNN Money bahwa mereka 'naga-naganya' mau menutup usahanya memproduksi film dan kamera instant ini, saya langsung merasa bersedih. Pada akhirnya memang pasar lebih berpihak kepada teknologi baru yg lebih cepat dan semakin instant yakni kamera digital, sekalipun bukan berarti kamera digital artinya “cetak cepat” spt halnya Polaroid. Mengingat beberapa keberhasilan penugasan saya justru karena kamera Polaroid yg membantu mencairkan jarak antara saya dan narasumber, rasanya secara historis saya pribadi  juga punya 'cerita  berwarna' dengan kamera jenis ini. Dan sekarang ketika dikatakan kamera ini akan dihapus dari pasaran, kita akan kehilangan salah satu landmark penting dalam sejarah 100 tahun lebih fotografi. Dan bukan saya saja, para “tukang foto keliling” di Ragunan dan Ancol pasti akan kehilangan pekerjaan jika memang Polaroid tidak akan meneruskannya atau mereka tidak menemukan partnership yang masih mau memproduksi film dan kamera jenis ini lagi dikemudian hari. **** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE




No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...