Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Thursday, August 9, 2012

Dulu Namanya Walkie Talky, Sekarang Jamannya FRS-GMRS


Sebagai bocah laki laki, masa kecil yang sangat menyenangkan adalah bermain perang perangan memakai walkie talky atau handy talky. Semua bocah cowo pasti pernah main perang-perangan, menyusun strategi dan saling serang lawan. Main perang-perangan memakai alat bantu walkie talky, serunya bisa tak ada habisnya, sama serunya dengan saling tembak pakai peluru aspal.  Fantasi perang dikepala seakan menjadi real dengan senjata mainan, dan walkie talky.
Masa kecil saya sangat menyenangkan karena juga pernah merasakan "halo halo" memakai walkie talkiy ini. Bersama sekelompok kawan, memikirkan strategi petak umpet dan perang disekitar halaman depan rumah, sambil menenteng walkie talky.

Dimasa lalu memang tidak semua anak bisa punya walky talky. Harga barunya lumayan mahal apalagi yg import dari luar (sekalipun ini termasuk kategori toys), dan tidak disemua pasar tersedia itu. Tapi bukan berarti barang ini tidak ada versi murmernya. Ada kok versi kits yg dijual di Glodok, namanya "walkie talky dari Tulus Kit". Beli saja komponen elektronikanya, lalu dirangkai, dan belikan casing box nya berikut antena teleskopik besi. Tidak ada yg menyenangkan mengingat masa kecil yang penuh petualangan seru, dan rasanya saya perlu berterimakasih dengan org tua saya karena memenuhi fantasi bermain ketika masih bocah. Kenangan yg tetap akan terbawa sampai besok.

Era walkie talky sudah habis. Dijaman ini, mencari walkie talky bak akan menemukan fosil Brontosaurus dihalaman depan rumah. Walkie talkie sudah bukan jamannya lagi, dan sekarang masuk gantinya apa yg dikenal sebagai radio komunikasi (rakom) bernama FRS atau GMRS. Fungsinya sama dengan walkie talky versi baru, alat ini adalah alat bantu buat ngobrol jarak jauh memakai transmisi radio, bentuknya kecil bisa digenggam ditangan dan dibawa bawa. Secara sekilas, memang sama dengan HT, tapi fungsinya lebih sederhana.
FRS adalah kependekan dari Family Radio Service, dan GMRS berarti General Mobile Radio Service. Ini semacam radio komunikasi antar penduduk. Jaman dulu dikenal dengan nama Citizen Band, maka FRS-GMRS sebetulnya juga mengadopsi konsep radio antar penduduk itu dalam versi murahnya karena daya pancarnya lemah dan fungsi fiturnya tidak banyak amat dalam unitnya.

Ketika pertama masuk kepasar lokal skt 7 tahun lalu membanjiri mall, saya sempat meremehkan barang ini. Mikirnya satu aja: gunanya buat apa, apa bagus hasilnya? Dengan kemampuan pancar "cuma segitu", HT ini lebih cocok fungsinya mirip walkie talkie mainan anak anak. Cocoknya disebut "walkie talky reborn" dalam wajah yg lebih modern.

Setelah dipikir pikir, akhirnya satu saat akhirnya beli HT sekelas FRS - GMRS, 3 unit dipakai buat pribadi. Tadinya hanya dipakai buat kegiatan ecek ecek liburan dengan keluarga atau teman ketika disatu lokasi yg lumayan luas dan terbuka, misal hutan sekunder, taman, atau mall . Aplikasinya juga bisa buat motret, naik sepeda, betulin genteng dieternit, kordinasi team dalam jarak 100 m an,  dll.

Alat ini lumayan mengesankan secara visual, jelek banget sih engga. Dia bisa dipakai menggantikan intercom karena wireless , kecil, mudah dibawa kemana saja dan diarea terbuka plong bisa sampai 5 miles (1,5 km an). Dilingkungan kantor, bisa juga dipakai antar lantai kok. Kalo buat diperkantoran, frekw UHV lebih handal buat nembus tembok.
Satu hal yg menarik, bahwa HT jenis FRS-GMRS ini ternyata juga makin popular belakangan ini. Cepat atau lambat, ini akan meledak jadi tren baru spt intercom ditaun 87 an dulu. Pemakaiannya bisa dipakai antar penduduk se RT atau RW.
Dasar orang "ngen-donesah" yg kreatif dan tidak puas dengan daya jangkaunya yg pendek, HT ini antenanya lantas dibobok, lalu dikasih kabel coax dan dipasang dengan antenna outdoor. Antena HT ini aslinya adalah paten-mati  gak bisa copot pasang. Akibat diganti itu, jarak pancarnya bisa nambah. Jika mengandalkan antenna aslinya yg pendek, dia jelas gak bisa berkutik banyak menambah jarak tempuh.

Diwilayah Bandung sendiri, sudah banyak tuh HT sejenis dioprek di cikapundung dengan antenna luar. Menurut yg bisa dibaca diinternet, bahkan ada yg bisa dipakai antara Majalaya dan Bdg, waduh itu kan bisa 20 kiloan??? Jika iya betul, itu artinya gila. Entah ya output powernya masih “telanjang” atau sudah dikasih doping. Jika kalian main ke Bdg dan kalian punya HT jenis ini, cobalah iseng monitor, satu dua pasti kalian akan dengar pemakainya (si breaker itu). Pakai alat ini jelas biaya komunikasi bakalan nol besar, gak perlu pakai sms, atau telpon.
Jeleknya barang ini ada juga, misal dia tidak tahan panas karena pemakaian lama misal nonstop 2 jam, baterenya juga bisa drop cepat (charged atau pakai batt AA). Kejelekan lainnya, jarak pancarnya lebih kuat jika tanpa halangan, misal tembok dari beton tebal. Maklum namanya murah banget, yaaa segitu aja kemampuannya. Kalo mau lebih awet dalam pemakaian tentu saja beli HT UHF bikinan cina.   *** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE


2 comments:

  1. tapi ada yg jual dengan jangkauan 38 Km. ada merk Uniden dan Motorola.
    gimana kira2, bisa dipercaya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemampuan jarak transmisi itu dipengaruhi bbr faktor external. Jadi bukan cuma melihat janji marketing unit itu bisa melayani sampai sekian kilometer. Misal jika banyak gedung atau pegunungan bukit, hutam, maka jaraknya bisa cuma 1 atau 2 kilo saja

      Delete

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...