Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

KHS Fullsus SALE!!

Thursday, August 9, 2012

Desain Sepatu ala Moccasin dari era 90 an


Hari ini masuk kantor memakai sepatu tua yg tersimpan dilemari penyimpanan, sebuah sepatu coklat kulit moccasin dari tahun 91 an. Dibeli di Pasar Baru ketika waktu itu masih kerja buat Majalah TEMPO. Termasuk sepatu tertua yg kondisinya masih dibilang sangat baik dan dulunya dipakai bekerja kesana sini, dia sudah melihat 3 presiden republik ini berganti ketika diangkat sumpahnya di gedung perwakilan rakyat senayan sana.

Sepatu Moccasin bukan sepatu asli sini, seperti namanya desain ini mengacu  kepada sepatu  penduduk Indian suku asli di amerika sana. Dengan berkembangnya waktu, desainnya lantas berkembang. Ada satu ciri moccasin dimanapun apapun bentuknya yakni diatas kaki tersedia lipatan tebal dijahit dengan bentuk huruf "U" terbalik. Jahitan tebal setengah lingkaran itulah kemudian menjadi salah satu ciri utama dari moccasin, baik itu klimis tanpa tali sampai memakai tali, atau gaya sepatu standar biasa hingga ke moccasin boots, semua sepatu moccasin biasanya ada jahitan tsb. Tanpa jahitan itu (rata flat saja bagian atas kaki), maka itu bukan moccasin namanya.

Varian dari Moccasin memang ada banyak dipasaran. Dulu era 90an, pertama kali desain moccasin yg disukai adalah sepatu tanpa tali dengan outersoles yang tipis. Nyaman dipakai jalan jalan diakhir pekan pakai celana pendek. Kelompok "babe muda" banyak kelihatan jalan jalan bersama istri dan anaknya yg masih balita memakai sepatu ini. Setelah sukses pasar dengan gaya itu, lalu muncul varian baru yakni moccasin dengan alas tebal meniru sukses KICKERS yg memakai soles tebal-lentur mirip boots, lalu ditambahkan tali sehingga kesan santainya hilang dan berganti lebih formal. Citra sepatu bertali memang diasumsikan cocok buat orang kantoran dan ini kemudian dipakai oleh desain moccasin berikutnya.

Moccasin tua ini dulunya dibeli seharga 100rb an kalo gak salah ingat. Produk lokal dari tangerang, gak mahal amat. Sebagai alternatif model sepatu, waktu itu, moccasin termasuk merajai dipasar lokal disini. Di eropa dan amerika sendiri waktu itu, kelompok pekerja muda yg produktif suka dengan desain moccasin. Dia memang tampak lebih beda dibanding "sepatu cetok standar", nama cetok adalah sebutan kalangan disini untuk menyebutkan sepatu kantoran yg outersoles nya keras dan sangat licin, apabila dipakai  jalan dilantai akan berbunyi cetak-cetok nyaring. Jika dilihat soles nya sepatu cetok, selain pakai hak tumit lumayan tinggi juga sangat licin karena tanpa grid yg bagus. Soles licin jelas tidak disukai pekerja yg kerap ada pekerjaan dilapangan, maka moccasin dengan sol tebal spt ini jelas lebih bagus.

Apa susahnya merawat moccasin?
Nyaris gak ada, kecuali satu hal, jika menyemir sepatu ini maka pastikan rapihnya jahitan disana tidak kena semir warna. Pola jahitan itulah ciri kuat dari moccasin, jadi harus terlihat bersih dan rapih sesuai warna asli benang jahitnya, tidak boleh tertutup semir.    *** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE













No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...