Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

KHS Fullsus SALE!!

Thursday, May 7, 2015

Sekali wartawan terima duit, ibarat menyerahkan lehernya dijerat selamanya

Wartawan adalah profesi yang rentan kena suap. Skema permainan ada banyak polanya, tapi yang paling umum adalah wartawan yang suka ngepos dilahan basah, maka akan menerima apa yang disebut "uang jatah" rutin, baik itu per kasus, per event, per minggu, atau bulanan. Salam tempel berupa uang dalam amplop segepok tebalnya adalah godaan rutin.
Masalah akan jadi runyam apabila muncul kasus menyeret seseorang atau lembaga tersebut dikemudian hari, maka siapapun yang menerima uang suap itu akan ikut terseret, paling tidak namanya akan keluar. Pernah dengar ucapan klasik: "I will not going down alone" ? Maju bersama, jatuh bersama juga. Dan disinilah mulai blunder kusut dari pemberian uang amplop itu kepada sipenerimanya.

Kasus amplop juga kerap dipakai sipemberi untuk mengendalikan si wartawan. Jadi jika ada kasus sensi mencuat, maka wartawan akan mudah ditekan lehernya dengan mengeluarkan kata kasar: Lu udah makan uang disini, dan lu mau sekarang ngancurin gua seenaknya? Kalimat klasik ini menjadi alat pentungan buat mengendalikan jurnalis untuk menulis apa adanya. Niat kritis menjadi tumpul karena sudah kadung makan duit banyak dari si Tuan itu.
Dulu tahun 1991 an ada cerita, salah satu kabiro Humas sebuah instansi besar dinegara ini ngamuk sengamuknya didepan puluhan wartawan yang biasa ngepos disana. Isi caci makinya cuma seputar "LU UDAH MAKAN UANG DISINI.. bla bla", gak lebih kurang cuma itu selama sejam ngamuk. Inti masalahnya ada kasus mencuat menjadi headlines dan menggelinding panas menyangkut anggota dilembaga tsb. Si Humas ngamuk kenapa gak dihaluskan beritanya dstnya. Apa lacur, semua mulut jurnalis yang sudah menerima uang amplop itu terdiam semua, mau bersuara juga gak bisa sekalipun dicaci maki sekasar itu. Sipemberi uang selalu berpikir bahwa "sayalah yang memberi uang" maka sipenerima posisinya adalah menjadi kacungnya, walaupun sipenerima uang berpikir ini adalah sejenis "transaksi bisnis kecil", atau "tidak ada yg gratisan dalam hidup".  Intinya adalah, sekali menerima maka leher dijerat selamanya.  **** hsgautama.blogspot.com 

* Kelanjutan cerita ngamuknya si-Kabiro Humas, saya dan rekan reporter langsung balik badan keluar ruangan itu begitu dia marah. Kabiro Humas tidak bisa membentak kami karena dua alasan: pertama kami gak pernah ngepos dilembaga dia, kami datang karena ada kasus heboh ini. Kedua, karena gak pernah disana maka kami gak pernah terima uang sepeserpun dari dia atau atasannya. Jadi kami bisa luwes saja melenggang keluar tanpa bisa dimarahin dia, kami gak ada "dalam hot list" dia kok.

----------------------

Sumber: Tempo

Paspampres hingga 83 Wartawan Kecipratan Duit Korupsi ESDM

TEMPO.CO, Jakarta - Waryono Karyo, bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, didakwa merugikan negara hingga Rp 11,124 miliar. Penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan, selaku kuasa pengguna anggaran pada Sekretariat Jenderal Kementerian Energi, Waryono bersama-sama pegawai Kementerian Energi lainnya, Sri Utami, sekitar Desember 2011 hingga Desember 2012 melakukan tindak pidana korupsi.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan melawan hukum," ujar Fitroh saat membacakan surat dakwaan Waryono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015. (Baca: Begini Kronologi Kasus Pencucian Uang TPPI dan SKK Migas)

Duit Waryono mengalir ke berbagai pihak, mulai dari pasukan pengamanan presiden sebesar Rp 25 juta. Staf khusus presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Daniel Sparringa, juga mendapat jatah Rp 147 juta. Sedangkan wartawan menerima Rp 53,950 juta. Waryono memerintahkan Sri Utami untuk membuat laporan pertanggungjawaban fiktif tentang kegiatan sosialisasi sektor energi dan sumber daya mineral bahan bakar minyak bersubsidi.

Setelah anggaran tersebut cair, Waryono mengalokasikan untuk berbagai kegiatan. Salah satunya diberikan kepada pegawai Kementerian Energi, Eko Sudarmawan, sebesar Rp 2,964 miliar. Eko menggunakan duit itu untuk kegiatan Sekretariat Jenderal Kementerian Energi yang tidak dibiayai APBN.

Mereka yang menerima duit panas Waryono, adalah:
1. LSM Hikmat Rp 150 juta
2. PMII Rp 70 juta
3. GP Anshor Rp 50 juta
4. Aliansi BEM Jawa Barat Rp 15 juta
5. LSM Laksi Rp 25 juta
6. Daniel Sparingga, staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rp 185 juta
7. HMI Rp 10 juta
8. Biaya makan malam Sekjen KESDM Rp 35 juta
9. Uang ketupat Lebaran melalui Sri Utami dan Vanda Rp 247 juta
10. Paspampres melalui Sri Utami Rp 25 juta
11. Tata usaha pimpinan Rp 88,15 juta
12. Haris Darmawan Rp 3 juta
13. THR Nuraini dan Jendra Rp 5 juta
14. Paper bag acara buka bersama Rp 1,5 juta
15. Diberikan kepada 83 wartawan @Rp 650 ribu, total Rp 53,95 juta
16. Diberikan kepada Riky untuk biaya organ tunggal Rp 7,5 juta
17. THR untuk Silva Rp 5 juta
18. Office boy Rp 7,5 juta
19. Tujuh kepala biro Rp 105 juta
20. Operasional Setjen Rp 159,350 juta
21. Ibnu Rp 1,5 juta
22. Partisipasi Porseni Rp 15 juta
23. Makan siang dengan Badan Pemeriksa Keuangan Rp 13,7 juta
24. Biaya pairing mini tournament golf Rp 120 juta
25. Entertain Biro Keuangan Rp 2,5 juta
26. Entertain auditor inspektorat jenderal Rp 20 juta
27. Uang muka perjalanan kepala pusat ke Belanda Rp 40 juta
28. Uang perpanjangan STNK Rp 5 juta

No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...