Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat
Showing posts with label liburan. Show all posts
Showing posts with label liburan. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Tips: Cara Tidur Hangat Di Sleeping Bag Saat Camping

Tips: Cara Tidur Hangat Di Sleeping Bag Saat Camping

Reportasenews.com – Penggemar kegiatan outdoor pasti menyisihkan uang untuk membeli satu atau dua sleeping bag (SB) yang bagus. Gunanya SB tentu saja mempertahankan tubuh tetap nyaman, hangat saat udara dingin menusuk ketika berkemah.

SB biasanya dibeli dengan beberapa kriteria. Untuk Indonesia, biasanya SB bermerk bagus mampu menahan dingin dikisaran 10˚ C. Untuk Eropa dibutuhkan dibawah sub zero. SB yang bagus juga mampu dilipat sangat kecil dan ringkas, dan biasanya ini lumayan mahal.

Panas tubuh idealnya disimpan sekian jam lebih awal didalam jaket dan inner yang baik.Jangan biarkan jaket terbuka lepas sehingga panas tubuh lari bebas keudara. Karena itu sejak awal pendakian, menyimpan panas tubuh didalam bungkus jaket yang terisolasi akan sangat membantu saat memulai tidur.

Secara sains, memakai SB ada aturan tertentu sehingga menjamin memakai itu memang akan merasakan hangat dan nyaman. Jika tidak memahami sains nya, maka tindakan dilapangan bisa salah dan akibatnya dingin tetap terasa menyengat menyakitkan.

Untuk membantu memahami ini, mari simak penjelasan profesor Ilmu Fisiologi Universitas Oregon, Dr. Christopher Minson.

Minson membantu memimpin Laboratorium Latihan dan Fisiologi Olahraga Oregon. Di balik namanya ada serangkaian spesialisasi yang berhubungan dengan panas (body heat). Singkatnya, Minson sangat tertarik pada bagaimana tubuh mempertahankan suhu yang stabil melalui berbagai lingkungan berbeda.

“Secara sederhana,” lanjut Minson, “kita tetap hangat dengan menyeimbangkan panas, dengan kehilangan panas. Saat tidur, yang benar-benar bermuara pada perolehan panas dari metabolisme, dan kehilangan panas yang dilepaskan, yang bisa terjadi melalui konduksi (kehilangan panas dari sentuhan), konveksi (pergerakan udara disekitar kita), dan radiasi (tubuh yang terkena panas).”

Minson menyebutkan “Suhu tubuh kita sangat diatur, akan turun sedikit di malam hari, membantu kita untuk merasa mengantuk. Untuk membantu kita bangun, suhu tubuh kita meningkat di pagi hari. Pada tidur fase REM, suhu tubuh kita sedikit turun. Orang cenderung bangun (atau tidak bisa tidur) ketika suhu kulit mereka turun sampai 29º C atau di bawahnya (biasanya 31º sampai 33º C).”

Untuk mengembalikannya, ada tugas kantung tidur untuk mengatur suhu tubuh kita sambil melindungi kita dari lingkungan luar. SB mengisolasi dengan baik, mencegah dingin, dan membiarkan kelembaban bergerak menjauh dari tubuh.

Matras alas tidur penting.
Ada pepatah yang mengatakan, bahwa kita tidak merasa kedinginan, tapi kita mengalami kehilangan panas. Dan tidak ada yang lebih utama saat tubuh merasa dingin saat kontak dengan permukaan yang dingin misal tanah yang dingin beku. Jadi Pakailah alas tidur terbaik untuk mencegah badan bersentuhan dengan permukaan yang beku.

Pilihan tenda yang bagus.
Konveksi adalah transfer energi panas melalui arus udara atau air melintasi permukaan suatu benda. Rasa dingin akan kita rasakan di puncak sebuah bukit pada hari yang berangin kencang. Itu namanya konveksi. Jangan biarkan panas tumpah keluar, tubuh membakarnya, kita mendapatkan panas dengan melindunginya memakai lapisan udara stabil. Secara sederhana: Semakin dingin malam, maka segeralah mencari tempat perlindungan yang lebih protektif.

Makanlah dengan benar, tidurlah dengan baik.
Seperti kata pepatah, kondisi tubuh adalah apa yang Anda makan. Dan tidak ada yang akan menyalakan api metabolik lebih cepat daripada makanan hangat yang bagus. Pada malam yang dingin, makanlah menu santapan hangat-hangat sebelum merangkak di SB. Makanan berlemak, seperti kacang-kacangan, minyak, dan lemak hewan lebih sulit dicerna, dan membutuhkan lebih banyak energi untuk menghancurkan lemak. Pemanjat ekspedisi diketahui mengambil keutamaan minyak zaitun sebelum tidur. Minson merekomendasikan sesuatu yang lebih halus, seperti secangkir sup atau susu hangat.

Latihan Sebelum Tidur?
Ya. Hangatkan tubuh sebelum kita masuk ke SB. Lompat kodok, sit up atau senam ringan dapat menghasilkan “cukup” panas tubuh untuk menghangatkan badan. Tidak usah berkeringat asalakan sudah cukup untuk menghangatkan otot.

Tambahkan Botol Air Panas.
Tugas kantong tidur adalah menjebak panas yang dipancarkan dari tubuh kita. Tapi itu tidak harus berasal dari tubuh kita, tidak selalu begitu. Sementara atlit alpinists akan membuang sekantong air kencing ke kantong mereka untuk kehangatan ekstra, Anda bisa mengisi botol air Anda dengan air matang panas habis dimasak. Panas akan memancar dari botol dan menghangatkan SB.

Meringkuk
Ini mungkin bukan yang paling bagus, tapi cara ini seringkali dipraktekan dikalangan campers. Meringkuk dengan meletakan telapak tangan diantara paha atau ketiak akan membantu menahan panas tubuh dengan baik.




Pakai Hat (kupluk hangat) saat tidur.
Sekitar 6 persen volume syaraf permukaan tubuh ada di kepala. Dikepala ada pembuluh darah yang melimpah, kepala mampu mensuplai banyak panas. Selanjutnya, sebagai pusat sistem saraf, kepala yang kedinginan bisa memicu bagian tubuh lainnya terasa dingin, meski anda memakai sepatu bot dan sarung tangan. Jadi hangatkan kepala dan menutup telinga, maka tubuh akan terasa hangat juga.

Hangatkan SB sebelum tidur
Kelembaban adalah cara rasa dingin meningkat, misal kelembaban tanah. Perhatikan SB diletakan dimana, jauhkan dari dinding tenda. Gunakan alas untuk menjauhkannya dari tanah. Jika perlu pakailah SB liner sebagai tambahan.

Jangan pakai baju basah untuk tidur.
Pakailah pakaian yang memakai insulasi ringan tapi biarkan panas masuk ke SB, di mana akan lebih efektif. Pertimbangkan untuk membawa sepasang kaus kaki dan sarung tangan tidur yang bagus.

Khusus buat perempuan.
Wanita memiliki sedikit kelemahan fisiologis saat harus tetap hangat. Sementara wanita cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi (yang mengisolasi tubuh), Minson menjelaskan “Wanita cenderung memiliki lebih banyak pembuluh kapiler di kulit mereka, terutama di tangan dan kaki mereka, menyebabkan sensasi tangan dan kaki tangan yang sangat nyata. Terkait dengan massa tubuh mereka yang lebih kecil (sama dengan area permukaan yang lebih besar untuk menarik panas), dan tingkat metabolisme yang lebih rendah, wanita mungkin lebih rentan terhadap suhu kulit mereka yang turun di bawah 28º C” (Hsg/ Gear Junkie)

Friday, May 19, 2017

Teknik “Rucking” Militer Bisa Diterapkan Untuk Ransel Hiking

Reportasenews.com – Militer mempunyai penelitian panjang perihal bagaimana membawa beban bawaan ditubuhnya saat dilapangan seperti ransel atau peralatan tempur lainnya. Karena itu bagi petualang alam bebas ada baiknya belajarlah dari militer.

Di militer pengetahuan cara membungkus peralatan dan semua kebutuhan dalam tas ransel dikenal dengan nama “rucking”. Pemahaman “rucking” ada banyak, secara mudah dia adalah ilmu bagaimana menyusun isi dalam ransel dan mendistribusikan berat secara pas sesuai dengan individunya, jadi artinya setiap orang akan beda resep (customize ditiap orang berbeda). Dengan teknik rucking yang tepat maka kelelahan selama perjalanan dan kemungkinan cedera dapat dihindari seminim mungkin.

“Rucking” adalah istilah militer untuk hiking membawa beban. Seperti yang bisa dibayangkan, ini adalah masalah besar bagi militer, karena tentara harus mengenakan pelindung tubuh dan membawa senjata,munisi, air, peralatan komunikasi, dan perlengkapan lainnya saat mereka melakukan patroli dan misi.Meningkatkan kinerja dan pencegahan cedera sangat penting untuk operasi militer dan personil.

Pergerakan di atas tanah di bawah beban berat juga menjadi kunci bagi banyak olahraga gunung, mulai dari bersepeda hingga menunggang kuda sampai alpinisme gunung yang besar. Ada lima aturan paling dasar dalam teknik rucking yang dijalankan oleh militer saat berjalan membawa tas ransel besarnya.

1. Satu pon di kaki (450 gram) Anda sama dengan lima pound (2250 gram) di punggung kita.
Aturan backpacking “oldskul” ini masih berlaku, menurut sebuah penelitian tahun 1984 dari US Army Research Institute. Mereka menguji berapa banyak energi yang dikeluarkan dengan alas kaki dan sepatu yang berbeda dan menyimpulkan bahwa dibutuhkan 4,7 hingga 6,4 kali lebih banyak energi untuk bergerak pada kecepatan tertentu saat berat badan dibawa pada sepatu, dibandingkan pada batang tubuh.

Secara praktis, ini berarti kita dapat membawa setengah galon air lebih banyak (di atas 1814 gram) jika kita membeli sepatu bot yang ringan, tidak sulit dilakukan. Sekarang bayangkan penghematan energi dari backpacking di sepatu lari ringan, bukan sepatu bot backpacking kulit yang berat selama perjalanan backpacking 7 hari.

2. Satu pon di kaki (450 gram) sama dengan 5% lebih banyak energi yang dikeluarkan.
Sepatu yang lebih berat tidak hanya mempengaruhi Anda karena beratnya. Sepatu bot yang lebih berat juga lebih kaku dan kurang responsif. Hal ini mengurangi efisiensi refleks peregangan tubuh Anda saat menabrak tanah.

Lima persen tidak terdengar seperti jumlah yang besar, jadi bagaimana 5% diterjemahkan ke run times? Nah, 5% akan memperlambat kecepatan per kilometer kita akan turun 30 detik, tergantung berapa lama kita mampu berlari. Tapi, semakin cepat Anda mencoba berlari, semakin besar 5% itu akan mempengaruhi performa Anda.

3. Setiap 1% berat tubuh Anda akan membuat Anda enam detik lebih lambat per mil (1,5 km).
Membawa berat badan dengan isi ransel akan memberi “harga yang harus dibayar”. Setiap 1% dari berat badan Anda yang membawa beban akan membuat kita 6 detik lebih lambat per mil (1,5km). Jadi, jika berat badan Anda 68 kg, masing-masing 1,5 pon (6803 gram) berat dalam tas maka gerak kita akan melambat sebanyak 6 detik per mil. Untuk pejalan kaki seberat 68kg, dalam perjalanan jauh, mengurangi berat paket ditas dari 40 (18143 gram) menjadi 30 pound menghemat 40 detik per mil.



4. Variasi tanjakan 10% cenderung memotong kecepatan kita menjadi dua.
Tanjakan sangat mempengaruhi kecepatan. Maksudnya adalah berapa banyak tanjakan atau penurunan medan yang dilalui. Pada tingkat 10%, misalnya, setiap 3 meter jarak yang ditempuh maju, maka akan menempuh setengah meter naik. Dari segi sudut, 10% sama dengan 5,74 derajat. Sebuah sudut 5,74 derajat tampaknya tidak berpengaruh banyak sebelum kita semakin jauh dan jauh lagi jaraknya. Kita akan tahu betapa beratnya kaki karena Anda akan bergerak dua kali lebih lambat dari pada di atas tanah datar dengan beban tertentu.Nilai 10% akan mengurangi separuh kecepatan kita, entah itu bawa beban 20kg atau 36kg.

5. Naik akan memperlambat Anda dua kali lipat kecepatan Anda.
Jangan percaya kita akan mempu berjalan cepat di sisi lain bukit. Itu tidak akan terjadi karena mampunya hanya separuh dari waktu yang ditargetkan.

Bagaimana jika kita mencuri waktu dengan banyak berlari saat jalan menurun untuk menebus kehilangan durasi waktu saat menanjak? Kekuatan pengereman adalah jawabannya. Saat berjalan menukik turun, kaki kita harus mengerem kecepatan dengan paha depan agar tetap terkendali. Semakin curam menurun, maka semakin keras kita melakukan pengereman. Beban tambahan pada otot akan mempengaruhi kinerja kita saat kembali menanjak. (Hsg)


Wednesday, February 22, 2017

Casio Protrek WSD-F20 Jam Android Khusus Petualang

Jepang, reportasenews.com: Casio adalah pemain jam digital terkuat didunia saat ini. Nama besar dia nyaris tidak tertandingi diarea pembuat jam digital modern diabad ini. Dan kali ini mereka melepas keluarga baru dilineup Protrek, jam khusus petualang, yakni Protrek WSD-F20.

Protrek WSD-F20 dijalankan dengan jantung dari “Android Wear 2.0”. Jam ini didesain memang untuk aktifitas alam bebas seperti hiking, camping, wisata, memancing, treking, bersepeda, dan memang menyasar ceruk para maniak petualang didunia. Diceruk ini lawan mereka adalah jam Suntoo dari Eropa.

Seperti karakater asli keluarga Protrek sejak pertama lahirnya di
pakai untuk aktifitas alam bebas, jam ini masih membawa ciri kakek moyangnya yakni membawa fungsi baku sebagai “jam tangan ABC” alias mempunyai fungsi untuk mengukur ketinggian (Altimeter), menakar cuaca harian (Barometric) dan Compas (penunjuk arah mata angin).

Protrek WSD-F20 kali ini lahir dengan kemampuan ekstra yang juga dimiliki oleh android lainnya yakni sudah dilengkapi dengan fungsi GPS (Global Positioning System), bisa membaca peta wilayah full color didalam jam tangan, layar sentuh, dan koneksi nirkabel bluetooth serta WiFi.

Daya tahannya mengesankan karena memakai sertifikasi standar outdoor untuk kelas militer MIL-STD-810 (United States military standard issued by the U.S. Department of Defense), dia mampu dibawa kebawah air sedalam 50 meter.

WSD-F20 tidak berat, sekalipun secara fisik memang dia lebih tebal. Namun ketebalan fisik dia rasanya akan impas dengan semua fungsi hebat yang dibenamkan didalam jam ini dan membantu para maniak petualang menjalankan aktifitasnya dialam bebas.



SPECS:
GPS: Compatible (including GLONASS and Michibiki)
Color Maps: Compatible (supports offline use)
Touchscreen: Capacitive touchscreen (anti-fouling coating)
Water Resistance: 50 meters
Environmental Durability: MIL-STD-810 (United States military standard issued by the U.S. Department of Defense)
Sensors Pressure (air pressure, altitude) sensor, accelerometer, gyrometer, compass (magnetic) sensor
Microphone: Yes
Vibrator : Yes
Battery: Lithium-ion battery
Wireless Connectivity: Bluetooth® V4.1 (Low Energy) / Wi-Fi (IEEE 802.11 b/g/n)
Buttons: TOOL button, Power button, APP button
Charging Method: Magnetic charging terminal
Recharging Time: Approx. 2 hours at room temperature
Battery Life: Normal use: more than 1 day, roughly (varies according to use)
Timepiece Mode (timekeeping only): more than 1 month, roughly (varies according to use)
Size of Case: Approx. 61.7mm × 56.4mm × 15.7mm (H × W × D)
Weight: Approx. 92g (including watchband)

(HSG/ Android Central/ Casio Intl)











Saturday, December 31, 2016

Pantai Pelabuhan Jayanti di Cidaun Cianjur Selatan

Bersama beberapa teman ketika pergi ke Cianjur Selatan mampir kewilayah pelabuhan disini, namanya Pelabuhan Jayanti, di Cidaun. Pelabuhan ini terhampar digaris Samudra Indonesia yang ombaknya ganas.

Ketika kesana siang hari, suasana pelabuhan lumayan senyap. Dibandingkan misal Pangandaran, maka pantai Jayanti tidak hiruk pikuk, masih bisa dikatakan gak ramai sekali. Teman-teman menyempatkan shalat disini sembari membakar ikan besar diwarung makan yang ada dipinggir pantai

Arah menuju kemari jika dari Cibeber Cianjur maka lumayan pegel. Karena jalannya tidak semuanya mulus, ada beberapa bagian yang tidak bagus. Lalu ditambah parah lagi jalannya berkelok kelok serta lumayan sempit. Jika didepan kita ada truk tanki besar, maka alamat kita akan kesulitan untuk menyalip mendahului. Dari Cibeber mengarah ke Tangeueng, lalu dilanjutkan lagi ke Cidaun.
Rute lain selain lewat Cibeber bisa dilalui melalui Bandung Selatan yakni lewat Kawah Putih dan perkebunan Ranca Bali. Tapi kata teman, jalannya juga sama penuh kelokan maut sehingga susah untuk memacu kendaraan lebih kencang. / hsgautama.blogspot.co.id


Saturday, August 27, 2016

Menikmati teh poci disaat hujan

Kenikmatan teh poci nasgitel sambil melihat hujan lebat diluar
Teko teh poci dari tanah liat ini dengan bronze ditutup dan cucuknya didapat 1995 an dipelosok Tegal Pemalang Jateng sana. Sudah lama disimpan, dan jadi teman setia menemani acara minum teh panas. Penjual atau pengrajin gerabah teko khas Tegal masih dijumpai disana, tidak banyak tapi masih eksis. Asesoris minum teh ini menjadi pesona kuliner khas diwilayah ini, teh awur awuran (teh rakyat) disuguhkan dalam poci tanah liat dan pakai gula batu sekepalan. Dulu jaman SD ketika mudik bersama keluarga ketimur, biasanya kami istirahat menginap semalam di Tegal. Saat makan malam biasanya dilakukan di alun alun kita semua menyeruput teh poci nasgitel. Anggap saja ini kenangan masa lalu, jadi tetap terbawa sampai tua nanti.  ****hsgautama.blogspot.co.id


Thursday, May 5, 2016

Pangeran Jayakarta Membangun Mesjid Ini di Tahun 1620

Salah satu hobi sejak kecil adalah mendatangi mesjid mesjid tua, dikota manapun pasti akan mencoba mencari mesjid tertua yang ada disana. Diluar negeripun selalu menyempatkan diri mencari mesjid  tertua disana atau mesjid utamanya, jika memang ada maka layak didatangi.

Kota Jakarta sendiri punya beberapa mesjid tua yang penuh cerita sejarah. Salah satunya mesjid Jami' Assalafiyah yang dibangun oleh Pangeran Jaketra atau dikenal luas sebagai Pangeran Jayakarta. Mesjid ini dibangun tahiun 1620 dan sekarang letaknya di Jatinegara Kaum, Jakarta. Mesjid aslinya kecil, tiang kayu utama ada 4 buah sampai sekarang masih asli sampai keatap kayunya. Lalu dilakukan perluasan ditahun kedepannya. Jadi bentuk kayu aslinya masih bisa kita lihat dan pegang langsung. Tiang kayu itu lantas dijejerin dengan tiang baru dari beton besar agar diperkuat supaya sesuai dengan tuntutan usianya yang kian sepuh.

Seperti ciri mesjid tua, dijaman dulu dibangun dengan luas yang tidak seberapa, hanya melayani beberapa umat muslim yang shalat dan kepentingan dakwah. Sejalan dengan waktu lantas mengalami perluasan demikian juga mesjid ini. Disamping luar mesjid akan ada makam yang dipercaya merupakan pusara dari Pangeran Jayakarta dan penerusnya. Area makam ini dibangun rumah terbuka dan bisa dengan bebas didatangi oleh siapapun yang hendak ziarah kedalam sana. Seluruh area ini sudah masuk dalam cagar budaya dan dilindungi UU Purbakala, salah satu jejak sejarah kota Jakarta tua yang masih ada sampai sekarang. Tempat ini bisa menjadi wisata relijius bagi muslim yang ingin berkunjung **** hsgautama.blogspot.co.id

Peta: http://bit.ly/1YaBFE7





Thursday, March 31, 2016

Transportasi tandu panggul masih ada di Indonesia

Dikota besar mencari angkutan umum bermotor bukan hal sulit. Tapi dibeberapa daerah terpencil dipelosok Indonesia masih ada transportasi panggul dengan manusia. Jenis transportasi ini semacam tandu yang digotong dibahu manusia dan dibawa berpergian kesatu tujuan. Beberapa wilayah terpencil dan bergunung gunung, jenis transportasi ini masih dapat dijumpai. Klien yang pakai jenis angkutan ini adalah orang tua atau orang yang sakit sehingga harus dipanggul oleh manusia lain.
Tampak disini, transportasi taksi panggul yang ada di Mamasa, dekat wilayah Toraja Sulawesi, sebuah wilayah luas dengan area pegunungan yang curam tinggi. Didesa Balapeu Mamasa, penduduk yang sakit harus digotong memakai tandu agar bisa berpergian kedesa tujuan yang jaraknya bisa 3 jam jalan kaki. Bukan perkara mudah untuk menapaki tanjakan terjal disana, dan butuh bantuan dari pria dewasa lain yang punya ketahanan fisik memadai untuk membawa tandu ini **** hsgautama.blogspot.com

https://www.google.co.id/maps/place/Mamasa+Regency,+West+Sulawesi/@-2.9964105,119.3236705,10z/data=!4m2!3m1!1s0x2d9373581fa7088d:0x3030bfbcaf76f40



Wednesday, March 30, 2016

Pasar Tunjungsari Jogja tempat jual beli sepeda seken

Salah satu pasar tua di Jogja adalah Tunjungsari, dibuat sejak 1982 an di jl Mentri Supeno. Pasar ini lokasi jual beli sepeda bekas untuk wilayah sekitarnya. Jogja jaman dahulu memang dikenal sebagai kota sepeda, dan warisan ini tampaknya masih dikenang banyak orang disana. Tahun 70an di Jogja akan terlihat ribuan orang naik sepeda. Jaman ini, dominasi sepeda motor menggeser sepeda kayuh. Tampak foto asal mula pasar Tanjungsari yang sederhana, kini dia sudah dirombak lebih bagus dengan bangunan beton bertingkat. Lantai dasar dipakai memajang ratusan sepeda, sedangkan lantai duanya asesoris sepeda   *** hsgautama.blogspot.com


Saturday, March 26, 2016

Kisah topeng Malangan ditahun 1890 ke 1900 an

Hasil riset tentang kota Malang ada satu data yang cukup menggelitik untuk disimak, yakni masa ketika pertama kali wilayah Malang mengalami pemekaran di era 1890 an, dan dijaman ini topeng malang dikembangkan dengan lebih rapih. Dimasa ini Malang mengalami pertumbuhan besar dan menggeliat secara ekonomi dan politk yang terus berlanjut saat perang kemerdekaan dijaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang sampai kemerdekaan. Malang ditahun 1890 dipegang oleh bupati ke 4 yakni Raden Adipati Soerjoadiningrat II 1898-1934 (atau RAA Soerioadiningrat ke 2, atau nama aslinya Raden Bagoes Mohammad Sarip). Dibawah RAA Soerioadiningrat 2, kesenian topeng Malang mengalami kemajuan yang bagus dan diberikan standarisasi yang lebih baik. Soerjoadiningrat yang juga membangun mesjid jami' Malang raya ini, dia bersama abdi dalemnya dikabupaten yang juga seorang dalang Topeng Malang yakni Mbah Reni kemudian memajukan kesenian topeng Malang dan dijadikan acara kesenian resmi di Kabupaten Malang.

Sumber foto:
* Milik keluarga Brotodiningrat
* Koleksi KITLV

Sumber link:  1,   2,

Rangkuman dari link diatas:
Topeng Malang menurut sahibul hikayat muncul dijaman raja Airlangga. Lalu kesenian ini tetap eksis dijaman Ken Arok berkuasa di Singasari.
Berdasarkan beberapa catatan sejarah, Topeng Malang adalah sebuah kesenian kuno yang usianya lebih tua dari Kota Malang rumah tinggalnya kini. Berita tentang adanya istilah drama tari topeng atau atapukan dimuat dalam prasasti Jaha yang berangka tahun 762 Saka atau 840 masehi masih menggunakan sumber lakon dari Epos Ramayana gubahan dinasti raja-raja mataram Kuno abad VIII.
Pada masa kejayaan kerajaan Singasari sewaktu pemerintahan Kertanegara muncul cerita baru dalam seni pertunjukan Topeng yaitu Sastra Panji, abad XIII. Murgiyanto dan Munardi dalam penelitiannya menyebutkan bahwa awal mula dikenalnya tari topeng di wilayah Malang terjadi pada abad ke-13 Masehi, yaitu pada periode pemerintahan raja Kertanegara . Sejak saat itulah seni tari topeng yang berada di daerah Malang dinamakan sebagai tari Topeng Malang.
Adapun bukti mengenai keberadaan tari topeng di masa kerajaan Singosari adalah adanya relief di beberapa
candi peninggalan kerajaan Singosari. Dalam relief tersebut para penari topeng memakai atribut endhong (sayap belakang), rapek (hiasan setengah lingkaran di depan celana, lazim juga disebut pedangan), bara-bara dan irah-irahan (mahkota) yang bentuknya sama dengan kostum tari topeng di masa sekarang.
Menurut catatan Murgiyanto, komunitas tari topeng modern yang tertua adalah di wilayah Tumpang. Kemunculan komunitas ini diawali oleh pengembangan kesenian tari topeng di wilayah kecamatan Tumpang pada pertengahan abad 19-an oleh Mbah Rusman yang terkenal dengan nama Kik Tirto. Nama ini merujuk pada nama Tirtowinoto, dan arti kata “Kik” adalah bapak sehingga nama Kik Tirto berarti bapak dari Tirto . Sekarang di wilayah Tumpang hanya ditemui paguyuban seni tari Mangun Dharmo pimpinan Karen Elizabeth (Ki Soleh)  di desa Tulus Besar dan Sri Margo Utomo di desa Glagah Dowo pimpinan Rasimoen.

Menurut data tertulis serta penuturan dari nara sumber, bahwa antara akhir abad XIX sampai XX di kenal seorang seniman tari dan pengukir topeng yang sekaligus dalang topeng yang bernama Kik Reni (kakek Reni). Pada masa mudanya ia bernama Tjondro. Ia termasuk pegawai rendah (abdi dalem) di lingkungan Kadipaten Malang. Rumahnya di desa Polowijen sebelah selatan Singosari (sekarang kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing kota Malang) (Pegaut, 1938).
Nara sumber mantan murid-murid Kek Reni mengatakan bahwa beliau (Kek Reni) bertugas sebagai dalang wayang topeng di Kabupaten Malang pada jaman Bupati Kanjeng Suryo (yang dimaksud adalah bupati ke 6 bernama Suryo Adiningrat yang menjabat tahun 1898-1934). Pada waktu itu pertunjukan topeng dinyatakan sebagai pertunjukan resmi di pendopo Kabupaten Malang (Supriyanto, 1994:7).

Secara khusus Ong Hok Ham menceritakan tentang Reni yang berkaitan dengan tokoh wayang topeng dari Desa Polowijen, seperti dalam kutipan di bawah ini:
In the 1930's a well to do peasant calletl Reni liveed in this village, he was one of the greatest topeng carvers of the Malang style and led one of the best wayang topeng troupers of his time. In today’s woyang topeng world of Malang the village of Polowidjen is best known as Reni's village. ln his day the wayang topeng
achieved one of its high points. This development was certainly partly due to the patronage of the then bupati of Malang, R.A.A. Soeria-adiningrat, who supplied Reni with his matriali (gold laef, , good paint, wood) and helped set artistik standards (Onghokham. 1972).
Pada tahun 1930-an seorang petani kaya yang bernama Reni tinggal di desa ini (Polowidjen). Dia adalah salah satu pembuat topeng terbesar gaya Malang dan pemimpin rombongan wayang topeng terbaik pada masanya. Di dunia wayang topeng Malang, kini desa Polowijen terkenal sebagai desa Reni.Pada masanya, wayang topeng mencapai salah satu titik puncak.Perkembangan ini tentu saja sebagian disebabkan oleh sumbangan dari Bupati Malang pada waktu itu, R.A.A. Soerio Adiningrat, yang menyuplai Reni dengan bahanbahannya (lempengan emas tipis, cat yang baik, kayu), dan membantu menetapkan standar artistik.
Sejak masa popularitas Reni, pertunjukan wayang topeng di daerah Malang telah tersebar di banyak tempat, khususnya di desa-desa.

Nara sumber mantan murid-murid Kek Reni mengatakan bahwa beliau (Kek Reni) bertugas sebagai dalang wayang topeng di Kabupaten Malang pada jaman Bupati Kanjeng Suryo (yang dimaksud adalah bupati ke 6 bernama Suryo Adiningrat yang menjabat tahun 1898-1934). Pada waktu itu pertunjukan topeng dinyatakan sebagai pertunjukan resmi di pendopo Kabupaten Malang (Supriyanto, 1994:7).

Secara khusus Ong Hok Ham menceritakan tentang Reni yang berkaitan dengan tokoh wayang topeng dari Desa Polowijen, seperti dalam kutipan di bawah ini:
In the 1930's a well to do peasant calletl Reni liveed in this village, he was one of the greatest topeng carvers of the Malang style and led one of the best wayang topeng troupers of his time. In today’s woyang topeng world of Malang the village of Polowidjen is best known as Reni's village. ln his day the wayang topeng achieved one of its high points. This development was certainly partly due to the patronage of the then bupati of Malang, R.A.A.Soeria-adiningrat, who supplied Reni with his matriali (gold laef, , goodpaint, wood) and helped set artistik standards (Onghokham. 1972).



Pada tahun 1930-an seorang petani kaya yang bernama Reni tinggal di desa ini (Polowidjen). Dia adalah salah satu pembuat topeng terbesar gaya Malang dan pemimpin rombongan wayang topeng terbaik pada masanya. Di dunia wayang topeng Malang, kini desa Polowijen terkenal sebagai desa Reni.Pada masanya, wayang topeng mencapai salah satu titik puncak.Perkembangan ini tentu saja sebagian disebabkan oleh sumbangan dari Bupati Malang pada waktu itu, R.A.A. Soerio Adiningrat, yang menyuplai Reni dengan bahanbahannya (lempengan emas tipis, cat yang baik, kayu), dan membantu menetapkan standar artistik.


Monday, March 21, 2016

Satu masa ketika Dwarapala penjaga candi Singasari masih terpendam separuh

Dahulu ketika jaman TK-SD pertama kali melihat patung Dwarapala di candi Singhasari (singasari) kondisinya masih separuh terpendah didalam tanah. Itu sekitar tahun akhir 60an ke 70an awal, hampir 40 tahun silam. Kondisinya mirip difoto ini, terpendam nyaris pinggang kebawah. Jadi waktu kecil dulu kita gak tahu seperti apa bentuk ornamen dan ukiran disisi bawah patung penjaga candi Singhasari yang menyeramkan ini.
Ketika bulan Feb 2016 lalu ke Malang sempat mau kemari tapi gagal. Soalnya ada sesepuh yang saya temui disana bercerita bahwa patung ini sudah diangkat utuh dari dalam tanah. Patung ini diangkat sekitar 10 tahun silam. Ceritanya, kata dia, patung dicoba diangkat dengan alat berat crane baja. Apa daya crane itu tidak mampu mengangkatnya dan pengungkitnya patah. Hasil rembugan para sesepuh disana akhirnya memutuskan crane nya disingkirkan, dan diungkit pakai batang batang bambu. Dan anehnya, patung sukses diangkat dari dalam tanah. Setelah diangkat lalu dilakukan reposisi ulang, dan diletakan dilandasan baru yang sudah disiapkan lebih dahulu. Bagaimana bisa bambu mengangkat itu? Hanya Tuhan yang tahu  **** hsgautama.blogspot.co.id 

Foto: KITLV


Tuesday, March 15, 2016

Seni ritual Bantengan dikota Batu warisan era kerajaan Singasari

Kesenian rakyat "bantengan" adalah ritual pertunjukan yang lumayan mistis. Pemain bantengan akan dirasuki oleh tenaga mistis binatang banteng atau kerbau, dan bertingkah laku seperti halnya hewan kerbau. Khusus wilayah kota Malang dan Batu, kesenian ritual bantengan sangat populer sebagai pertunjukan yang kerap ditanggap pada acara acara khusus.

Menurut cerita pinisepuh, kesenian bantengan ini pertama kali dimainkan oleh prajurit infantri dari kerajaan Singasari tahun 1200-1300 yang pusat pemerintahannya memang didekat Malang. Mereka memainkan ini sebagai bagian dari olah latih beladiri pencak silat dan ritual yang dikemas jadi satu. Gerakan liar banteng yang dirasuki oleh kekuatan mistis hewan ini akan menyeruduk dan bertahan (attack and defense) secara bertubi tubi, sekilas posisi ini memang dibutuhkan oleh prajurit saat melakukan gempuran kepada lawan dalam posisi pertempuran jarak dekat.
Dalam prakteknya sekali tampil, bantengan tidak hanya satu saja, tapi bisa sampai beberapa kelompok turut serta. Satu banteng dikendalikan oleh dua pria dewasa, satu orang didepan memegang kepala banteng **** hsgautama.blogspot.com
bertanduk, lalu disisi ekor akan dipegang oleh partnernya. Sekilas ini mirip barongsai yang juga dikendalikan oleh dua orang. Jika diperhatikan, hanya pemegang kepala banteng itu saja yang kerasukan oleh kekuatan mistis banteng. Saat kerasukan gerakan dia akan dikendalikan oleh lecutan pecut yang dipegang oleh sesepuh kelompok, dan pecut inilah semacam tombol pemicu agar banteng beringas bergerak. Sehabis pecut dilecutkan keras diudara, maka para banteng akan mengambil posisi untuk saling beradu kepala. Sebuah pertunjukan yang lumayan keras dan berbahaya. Dalam satu acara di pageralaran Nuswantara Artnival 2016 kemarin di Batu, Bantengan sempat digelar massal dengan melibatkan sekitar 500 orang, sebuah pertunjukan besar besaran yang dikerahkan oleh sesepuh kelompok ini mas Agus.  *** hsgautama.blogspot.com






Tuesday, March 8, 2016

Kerajinan Gerabah Era Majapahit

Majapahit terracotta adalah salah satu item sejarah penting dalam mempelajari era kejayaan Majapahit. Banyak ditemukan disitus Trowulan, kerajinan ini menyita perhatian banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari masa kejayaan imperium Majapahit dimasa 1300 ke 1500.

https://en.wikipedia.org/wiki/Majapahit_Terracotta



Monday, December 21, 2015

Mampir kepesarean Astana Srandil Sumoroto Ponorogo

Menyempatkan diri mampir sejenak di pesarean Srandil Sumoroto Ponorogo, untuk ziarah kemakam disini. Mungkin sudah 12 tahun lebih gak kemari, mumpung lewat jadilah mampir sejenak disatu sore yang teduh karena mendung.

Kompleks pemakaman Astana Srandil Sumoroto termasuk situs sejarah yang dilindungi oleh negara. Cerita mengenai siapa yg dimakamkan dipesarean ini cukup beragam versinya dan sudah diulas banyak orang yang dengan mudah dicari di Google (sebagian kecil dikopas dibawah ini, bisa dibaca, semoga tidak salah wallahu'alam).

Salah satu tokoh yang dimakamkan disini adalah Adipati Brotodiningrat, mantan Bupati Sumoroto ke 4. Bupati Brotodiningrat menurut cerita salah satu cucunya, dikenal sebagai manager (administratuur) yang bertangan dingin membereskan persoalan lokal diwilayah pemerintahannya.

Belanda tidak suka dengan dia karena dia disebut menentang tanam paksa (termasuk Bapaknya) dan dicatat sebagai bupati yang digdaya sakti dan dipatuhi oleh para jagoan lokal (kelompok warok, gank centeng, klan lokal) disepanjang wilayah Ponorogo Madiun. Pengaruhnya yg kuat dikelompok lokal ditakuti memicu perlawanan terhadap penjajah. Namun, dia juga disukai karena brilian membereskan persoalan kelaparan, menumpas kejahatan lokal, dan mendongkrak ekonomi rakyat yang dimasa itu termasuk dijaman serba susah.

Daerah Ponorogo Madiun tercatat pernah menyumbangkan individu tangguh melawan terhadap penjajah dan terlibat dalam perang Jawa yang panjang dan melelahkan. Wilayah ini bisa disebut kantong pemberontak dimata penguasa dijaman itu. Salah satu sejarahwan senior (alm) pernah menyebutkan bahwa Bupati Brotodiningrat adalah termasuk orang yang mendorong ide ekonomi pertanian kerakyatan melawan tanam paksa Belanda, dijaman itu ide ini termasuk radikal berbahaya.

Karirnya sempat berpindah penugasan kewilayah lain, dia dipindahkan agar membereskan masalah lokal disana karena tangan dinginnya sebagai manager yang baik membereskan masalah ekonomi dan pangan. Pendek kata, dia dibenci dicurigai, tapi juga dibutuhkan. Namun disebutkan, hatinya tetap ingin menetap di Ponorogo saja.  Bupati Brotodiningrat kemudian mempunyai anak, salah satunya adalah RM Harsojo Brotodiningrat (mantan Bupati Madiun) yang kemudian wafat dikuburkan bersama istrinya di Pesarean Pangeranan Gebang Blitar (pemakaman keluarga dari pihak istrinya yang merupakan cucu dari KP Warsokoesoemo Blitar dan RAA Nitiadiningrat ke 3 pasuruan).


Satu hal yang menarik, dikompleks makam Srandil ini selain dimakamkan Bupati Sumoroto, ternyata juga ada makam Warok Singomenggolo diarea dalam kompleks makam. Lalu disisi luar kompleks juga ada makam warok Potromenggolo. Keduanya cukup legendaris dan namanya sering dipakai sebagai imbuhan oleh grup reog Ponorogo modern hingga sekarang. Sayangnya tidak ada catatan sejarah tertulis mengenai ini, cuma ada sejarah lisan ditularkan dari mulut kemulut oleh penduduk disana.  *** hsgautama.blogspot.com

-------------
Secara geneologis, Raden Mas Brotodiningrat Bupati Somoroto IV (foto diatas) ini masih ada keturunan darah raja-raja Madura, terutama dari pihak ibu, yaitu keturunan Sultan Bangkalan I. Sultan Bangkalan I memiliki anak yang bernama Raden Ayu Andajasmani yang menjadi permaisuri dari Sunan Pakubuwono IV raja Surakarta yang kemudian menurunkan Sunan Pakubuwono V. Sunan Pakubuwono V memiliki putra yang bernama Pangeran Sindusenan. Pangeran Sindusenan memiliki putri Raden Ayu yang kemudian menjadi istri dari Raden Mas Brotodirjo Bupati Somoroto III yang menurunkan Raden Mas Brotodiningrat.
Pada waktu ayahandanya Raden Mas Brotodirjo meninggal dunia pada tahun 1855, Raden Mas Brotodiningrat masih berumur 6 tahun. Oleh karena itu pemerintahan di Somoroto diwakilkan kepada patihnya, Raden Mas Sumoatmodjo (1855-1869). Baru pada tahun1869 beliau diangkat sebagai Bupati SomorotoIV sampai tahun 1877. Selama memerintah di Somoroto, tidak ada berita tentang pemerintahannya. Namun yang jelas sejak tahun 1877 Kabupaten Somoroto dihapus yang kemudian digabung dengan Kabupaten Ponorogo Kutho Tengah. Agar tidak terjadi gejolak, Raden Mas Brotodiningrat dialih tugaskan oleh pemerintah Belanda menjadi  Bupati Ngawi, dan beberapa tahun kemudian dipindah menjadi Bupati Madiun. Selama beliau memerintah di Madiun beliau sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Beliau berhasil menyelamatkan rakyatnya diambang kelaparan. Keberhasilan Bupati keturunan darah Madura tersebut dalam membela rakyatnya dari pihak Belanda mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama dari bupati-bupati yang ada di wilayah Karesidenan Madiun. Bahkan penguasa Kasunanan Surakarta Sunan Pakubuwono VII menganugerahi gelar “adipati” pada sang bupati, sehingga namanya menjadi Raden Mas Adipati Brotodiningrat. Beliau meninggal dunia pada 1927, jenazahnya dimakamkan di Pasarean Srandil.

Kabupaten Somoroto didirikan oleh Raden Mas Tumenggung Prawiradirja, beliau adalah keturunan ke-13 dari Raja Majapahit Brawijaya V. Raden Tumenggung Prawiradirja adalah putra dari Raden Tumenggung Wirareja. Wirareja mempunyai puteri yang bernama  Roro Handawiyah (Roro Berok). Yang kemudian pada tahun 1762 dinikahi oleh Sunan Pakubuwono III dan sekaligus diangkat sebagai istri permaisuri dengan gelar Kanjeng Ratu Kencana.
Pada tahun 1780, putra Raden Tumenggung Wirareja (adik dari Kanjeng Ratu Kencana) yang bernama Prawiradirja diperintahkan oleh Sunan Pakubuwono III untuk membuka (babat) daerah baru di sebelah barat Sungai Sekayu yang dikenal dengan Hutan Kasihan dan Hutan Sambirata untuk mendirikan kota baru.  Disitulah ditemukan tempat yang datar / papan kang waroto wangun mbatok mengkurep (tempat yang datar dan berbentuk tempurung yang tengkurup) yang begitu baik untuk didirikan sebuah kota, oleh karena itu kedua hutan tersebut nantinya diberi nama Somoroto (Samarata). Yang akhirnya Prawiradirja diangkat sebagai bupati di daerah tersebut (Somoroto) dengan gelar Raden Mas Tumenggung Prawiradirja. Selain Prawiradirja, bupati-bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Somoroto yaitu Raden Mas Tumenggung Sumonagoro, Raden Mas Brotodirjo, dan Raden Mas Brotodiningrat.
Bupati-bupati Somoroto yang meninggal, selanjutnya dimakamkan di Pasarean (Astana) Srandil yang terletak di Desa Srandil, Kecamatan Jambon atau 11 km ke arah barat Kota Ponorogo menuju Badegan. Pasarean Srandil merupakan kompleks atau himpunan kesatuan dari beberapa makam para keturunan Bupati Somoroto. Jika dibandingkan dengan makam-makam Islam yang ada di Nusantara, Pasarean Srandil termasuk pemakaman yang relatif muda usianya, yaitu dibangun pada abad ke-19. Namun ciri khas sebagai “makam Islam Nusantara” masih tetap melekat, seperti adanya pengaruh budaya asli bangsa Indonesia
budaya Hindhu maupun budaya lokal (Jawa). adanya pengaruh budaya Hindu Budha Jawa masih tetap melekat. Hal ini dapat diketahui dengan adanya kori agung yaitu gapura yang berpintu dan beratap sebagai pintu gerbang tempat keluar masuk makam dari halaman pertama menuju halaman kedua dan ketiga. Kori agung merupakan peninggalan budaya agama Hindu yang berfungsi sebagai pintu gerbang bangunan candi. Setelah Islam mulai berkembang, kori agung dijadikan sebagai pintu gerbang makam dan pintu gerbang masjid. Kori agung (gapura) pada Pasarean Srandil yang atapnya berbentuk “limasan” adalah bukti adanya pengaruh budaya lokal (Budaya Jawa), karena ”limasan” itu sendiri merupakan ciri khas bangunan rumah Jawa selain joglo dan serotong.

Thursday, December 17, 2015

Pesarean Pangeranan Gebang Blitar, Menengok Ruang Pusaka Kabupaten Blitar

Sekali kayuh dua tiga pulau dilalui.

Kemarin sempat bantuin hajatan seniman Jawa Timur ketika ngurus ini itu di Jakarta, sekalian mampir ke Jogja meneruskan urusan komunitas seniman. Lalu sambil jalan, motong jalur kearah Ponorogo dan langsung ke Blitar.

Ketika tiba dikota Blitar, menyempatkan diri mampir ke Pesarean Pangeranan Gebang, Blitar. Setelah selesai main main ke Kadipaten Blitar, menengok ruang Pusaka Kadipaten Blitar. Diruangan ini menyimpan pusaka warisan Bupati Blitar terdahulu sejak jaman KPH Warsokoesoemo dan KPH Sosrohadinegoro dstnya.

Ruangan itu cukup luas dan tidak kecil amat, sebuah ruangan tertutup tanpa jendela. Didalamnya ada lemari menyimpan pusaka keris dan tombak dll. Ada satu item yg berbeda yakni ada satu kursi tua. Kursi ini diberi selendang putih memanjang disandarannya. Menurut cerita kursi ini adalah yang dulu biasa dipakai duduk oleh Bupati Blitar KPH Warsokoesoemo, lalu dipakai oleh Bupati Sosrohadinegoro dstnya. Kata jurukunci ruang pusaka ini, kursi itu gak boleh diduduki, orang umum gak boleh memakai kursi itu sambil menjelaskan alasannya. Lumayan unik ceritanya  :-)

Kota Blitar lebih dikenal dengan keluarga presiden Soekarno. Ditempat ini juga dimakamkan Proklamator itu. Biasanya wisatawan datang kekota ini memang mau pergi ziarah kemakam Bung Karno. Kota Blitar adalah kota kecil yang cukup menyenangkan, jalannya lebar lebar. Salah satu kota yang lumayan tua berkembang sejak era 1800 awal dan masih terjaga hingga kini beberapa aset sejarahnya diantaranya Kadipaten Blitar dan pemakaman keluarga Pesarean Pangeranan Gebang ini. Sejarah Blitar banyak ditulis orang, dan mudah ditemukan di google  *** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.co.id/2014/02/cerita-lain-kelud-2-blitar-dan-cerita.html





Monday, October 5, 2015

Strategi memancing dialiran sungai

Memancing disungai liar membutuhkan titik berdiri yang pas dengan menentukan dimana ikan akan bergerombol. Ikan bergerombol mengikuti arah arus, dan arus itulah yang akan menghanyutkan makanan dia,  makanan  hanyut itu lantas disergap dengan ganas oleh ikan, disitulah seharusnya kita berdiri menyiapkan alat joran. Kedengarannya mudah, tapi ini menjadi sulit jika tidak paham.
Penjelasan skema dibawah ini dikeluarkan oleh Lembaga Konservasi New York, mereka menjelaskan posisi ikan menanti datangnya makanan yang hanyut diair sungai berupa udang, ikan kecil, buah buahan, atau serangga. Mungkin bisa kita simak bagaimana arah arus dan posisi ikan, serta dimana kita berdiri. Selalu ingat kuncinya adalah arus, arus, dan arus menentukan dimana kepala ikan menghadap


Sisi luar dari tekukan sungai

Dibalik batuan dimana air berputar
Arus putar melewati batu dan cekungan

Pertemuan dua sungai (tempuran arus)

Ceruk drop off perbedaan dasar sungai

Dam tempat air terguyur kebawah

Lubang dipinggiran sungai, tanpa arus

Tempat teduh banyak ilalang, ikan kecil sembunyi


Sunday, September 20, 2015

Casio PROTREK PRW 3000-4B Limited Edition Pink

Termasuk jam outdoor kelas bagus, dan harga MSRP dikisaran $300 more less, Casio Protrek PRW 3000-4B Limited Edition Pink dikeluarkan buat perempuan pecinta alam. Jam ABC  ini sudah memakai jeroan prosesor sensing versi 3 terbaru sejak 2013 lalu. Versi 3 terbaru ini akurasi dan kecepatan membaca sensingnya diacungin jempol. Makin bagus dari versi lamanya. Lebih akurat memprediksi perubahan tekanan barometrik apakah akan ada hujan atau hari ini akan cerah ceria, membaca kompas secara simultan tanpa ada jeda untuk mencari sudut bearing dstnya. Layak dimiliki apalagi jika kalian memang pecinta alam, tukang jalan, doyan wisata, backapacker, suka mancing, hiking, pemain sepeda dll.
Casio PRW 3000-4B disebut buat cewe bukan karena warnanya, tapi secara dimensi casingnya juga lebih tipis dan diamternya lebih kecil, disesuaikan dengan fisik tangan perempuan. Maniak penggemar alam bebas kalangan cewe butuh  gadget jam ABC (Altimeter, Baro, Compass) yang bisa diandalkan. Bahkan untuk kelas keluarga, para "emak emak" jika wisata bersama anaknya ada baiknya pakai ini, paling tidak prediksi cuaca cerah atau hujan bisa dibaca memakai sensing Baromteriknya.   *** hsgautama.blogspot.com

Multi-Band 6 Atomic Timekeeping
Tough Solar Power Low Temperature Resistant (-10°C/14°F)
Ver 3. Triple Sensor (Altimeter/Barometer, Thermometer & Compass)


Speks detail:
Multi-Band Atomic Timekeeping (US, UK, Germany, Japan, China)
Receives time calibration radio signals, which keep the displayed time accurate
Auto receive function (up to 6 times per day/up to 5 times per day for China)
Manual receive function
Signal: US WWVB, UK MSF, Germany DCF77, Japan JJY40/JJY60, China BPC
Frequency: US 60kHz, UK 60kHz, Germany 77.5kHz, Japan 40/60kHz, BPC 68.5kHz
Tough Solar Power
100M Water Resistant
Low Temperature Resistant (-10°C / 14°F)
Altimeter
Measuring range: -700 to 10,000 m (-2,300 to 32,800 ft)
Measuring unit: 1 m (5ft)
Manual memory measurements (up to 30 records, each including altitude, date, time)
Auto log data (High/low altitudes, auto cumulative ascent and descent)
Trek log data (up to 14 records of high/low altitudes, auto cumulative ascent and descent of particular treks)
Others: Relative altitude readings (-3,000 to 3,000 m), Selectable measurement interval: 5 seconds or 2 seconds
Digital Compass
Measures and displays direction as one of 16 points
Measuring range: 0 to 359 degrees
Measuring unit: 1 degree
60 seconds continuous measurement
Graphic direction pointer
Bidirectional calibration and Northerly calibration function
Magnetic declination correction
Bearing memory
Barometer
Display range: 260 to 1,100 hPa (7.65 to 32.45 inHg)
Display unit: 1 hPa (0.05 inHg)
Atmospheric pressure tendency graph
Atmospheric pressure differential graphic
Atmospheric pressure change indicator (arrow indicates significant change in pressure)
Thermometer
Display range: -10° to 60° C (14° to 140° F)
Display unit: 0.1 C (0.2 F)
Full Auto LED (Super Illuminator) Backlight with Afterglow
World Time
31 time zones (48 cities + UTC), city name display, daylight saving on/off
Sunrise/Sunset Data
Sunrise time and sunset time for specific date/ daylight pointers
5 Daily Alarms (4 one-time and 1 snooze alarm)
Hourly Time Signal
1/10 Second Stopwatch
Measuring capacity: 999:59'59.9"
Measuring modes: Elapsed time, split time, 1st-2nd place times
Countdown Timer
Measuring unit: 1 second
Countdown range: 24 hours
Countdown start time setting range: 1 minute to 24 hours (1-minute increments and 1-hour increments)
Full Auto Calendar (Pre-programmed until the year 2099)
12/24 Hour Formats
Button operation tone on/off
Accuracy: ± 15 seconds per month (with no signal calibration)
Storage Battery: Solar Rechargeable Battery
Battery Level Indicator
Power Saving Function
Approx. Battery Life: 7 months on full charge (without further exposure to light)
Module 3414

Size of case/total weight
56.0 x 47.0 x 12.3mm / 62g




Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...